Rabu, 02 Mei 2018

PENJADWALAN PROSES 2


PENJADWALAN PROSES 2
SISTEM OPERASI







ADE HILDA.S(10116096)

SISTEM INFORMASI 2017/2018
2KA07














KATA PENGANTAR

Pujisyukur kami persembahkankehadiran Allah SWT, yang atas rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “PENJADWALAN PROSES”.Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Sistem Operasi di Universitas Gunadarma
mengingatakan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.






















DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.........................................................................................................................2
DAFTAR ISI.....................................................................................................................................3
BAB I .............................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.............................................................................................................................4
LATAR BELAKANG..........................................................................................................................4
TUJUAN.........................................................................................................................................4
BAB II.............................................................................................................................................5
PEMBAHASAN...............................................................................................................................5
1.           Konsep Dasar Penjadualan Proses...................................................................................5
1.1.       Preemptive Scheduling.....................................................................................................5
1.2.       Dispatcher........................................................................................................................6
2.          Kriteria Penjadualan........................................................................................................6
3.           Algoritma Penjadualan...................................................................................................7
3.1         First Come First Served Scheduling(FCFS)......................................................................7
3.2         Shortest Job First  Scheduling (SJF)................................................................................7
3.3          Priority Scheduling.........................................................................................................7
3.4          Round Robin Scheduling................................................................................................7
3.5          Multilevel Queue Scheduling.........................................................................................8
3.6          Multilevel Feedback Queue Scheduling........................................................................8
3.7          Guaranteed Scheduling.................................................................................................8
3.8          Multiple Processor Scheduling......................................................................................8
4.            Metode Evaluasi Penjadwalan......................................................................................9
BAB III.........................................................................................................................................11
KESIMPULAN .............................................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................................12




BAB I
PENDAHULUAN
a.       Latar Belakang
Pada bab ini akan diuraikan secara umum tentang konsep penjadwalan proses seperti konsep dasar penjadwalan, kriteria penjadwalan, dan algoritma penjadwalan.
Penjadwalan proses yaitu kumpulan kebijaksanaan dari mekanisme sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang di lakukan oleh sistem komputer.
Adapun tugas penjadwalan yaitu untuk memutuskan:
1. Proses yang harus berjalan
2. Kajian dan selama berapa lama proses itu bekerjan
b.      Tujuan
1. Memahami tentang konsep dasar penjadwalan CPU
2. Memahami kriteria yang diperlukan untuk penjadwalan CPU
3. Memahami beberapa algoritma penjadwlan CPU yang terdiri atas algoritma First Shortest JOB first. Priority dan Round Robin































BAB II
                                                               PEMBAHASAN


1.Konsep Dasar Penjadualan Proses
Penjadwalan adalah fungsi dasar dari sistem operasi semua resources komputer dijadwalkan sebelum digunakan. Pada sistem komputer terdapat beberapa bentuk penjadwalan: admission (pintu masuk kesistem ), memori, dan CPU scheduler. Penjadwalan CPU adalah pemilihan proses dari Ready Queue untuk dapat dieksekusi. Penjadwalan CPU didasarkan pada sistem operasi yang menggunakan prinsip Multiprogramming.

Penjadwalan bertugas memutuskan :
·         Proses yang harus berjalan.
·         Kapan dan selama berapa lama proses itu berjalan
1.1Preemptive Scheduling
Penjadwalan preemptif adalah salah satu yang dapat dilakukan dalam keadaan ketika suatu proses beralih dari menjalankan keadaan ke keadaan siap atau dari negara menunggu ke keadaan siap . Di sini, sumber daya (siklus CPU) dialokasikan untuk proses untuk jumlah waktu yang terbatas dan kemudian diambil, dan proses tersebut ditempatkan kembali dalam antrian siap lagi jika masih memiliki sisa waktu CPU yang tersisa. Prosesnya tetap dalam antrean sampai mendapat kesempatan berikutnya untuk dieksekusi.
Jika proses dengan prioritas tinggi tiba di antrean siap, tidak perlu menunggu proses saat ini untuk menyelesaikan waktu burstnya. Sebaliknya, proses saat ini terganggu di tengah eksekusi dan ditempatkan dalam antrean siap sampai proses dengan prioritas tinggi menggunakan siklus CPU. Dengan cara ini, setiap proses dalam antrean siap mendapat waktu untuk menjalankan CPU. Itu membuat penjadwalan preemptif fleksibel tetapi, meningkatkan overhead proses switching dari menjalankan negara ke keadaan siap dan vise-ayat.
Algoritma yang bekerja dalam penjadwalan preemptif adalah Round Robin.Shortest Job First (SJF) dan penjadwalan Prioritas mungkin atau mungkin tidak berada di bawah penjadwalan preemptif.


1.2Dispatcher
Dispatcher adalah suatu modul yang akan memberikan kontrol pada CPU terhadap penyeleksian proses yang dilakukan selama short-term scheduling. Fungsi-fungsi yang terkandung di dalamnya meliputi: a. Switching context; b. Switching ke user-mode; c. Melompat ke lokasi tertentu pada user program untuk memulai program. Waktu yang diperlukan oleh dispatcher untuk menghentikan suatu proses dan memulai untuk menjalankan proses yang lainnya disebut dispatch latency.


2. kriteria penjadualan
1.Utilisasi
 Penggunaan waktu CPU (CPU Time)  seoptimal mungkin à processor terpakai terus menerus selama masih ada antrian ready.  CPU utilization akan mempunyai range dari 0 sampai 100 persen. Di sistem yang sebenarnya ia mempunyai range dari 40 sampai 100 persen.
 2. waiting time       
Harus seminim mungkin. Merupakan durasi waktu yang dihabiskan suatu proses dalam antrian ready selama siklus hidupnya. Algoritma penjadwalan CPU tidak mempengaruhi waktu untuk melaksanakan proses tersebut atau M/K, itu hanya mempengaruhi jumlah waktu yang dibutuhkan proses di antrian ready. Waiting time adalah jumlah waktu yang dibutuhkan proses di antrian ready.
3. Throughput             
Throughput adalah jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit/interval waktu.
4. Turn Arround Time         
   Turn Arround Time adalah waktu yang dihabiskan dari saat program atau job mulai masuk ke system sampai proses diselesaikan system. Waktu yang dimaksud adalah waktu yang dihabiskan di dalam system, diekspresikan sebagai penjumlah waktu eksekusi (waktu pelayanan job) dan waktu menunggu, yaitu: Turn Arround Time = waktu eksekusi + waktu menunggu
5. Respon Time          
  Mempercepat (secepat dan sependek mungkin) waktu tanggap dengan pemakai secara interaktif. Response time adalah waktu antara pengguna memberikan input dengan SO memberikan output atau umpan balik ke pengguna. Sering sebuah proses dapat memproduksi output di awal, dan dapat meneruskan hasil yang baru sementara hasil yang sebelumnya telah diberikan ke pengguna. Ukuran lain adalah waktu dari pengiriman permintaan sampai respon yang pertama diberikan. Ini disebut response time, yaitu waktu untuk memulai memberikan respon, tetapi bukan waktu yang dipakai output untuk respon tersebut.



3. Algoritma Penjadualan

Penjadwalan CPU menyangkut penentuan proses-proses yang ada dalam ready queue yang kan di alokasikan pada CPU,terdapat beberapa algoritma penjadwalan CPU seperti di jelaskan pada subbab di bawah ini.

First Come First Server (FCFS)
Pertama datang,pertama di layani,(First In,First Out atau FIFO) tidak peduli apakah burst time-nya panajang atau pendek,semua proses yang edang di kerjakan di selesaikan terlebih duluh barulah proses berikut nya di layani.
Penjadwalan FCFS merupakan penjadwalan:
- Penjadwalan non-preemptive(run-to-completion)
- Penjadwalan tidak berprioritas


Shortest Job First Scheduler(SJF)
Pada penjadwalan SJF,proses yang memiliki CPU burst paling kecil di layani terlebih dahulu,terdapat dua skema:
1. Non preemtive,bila CPU diberikan pada proses,maka tidak bisa di tundah sampai CPU burst selesi
2. Preemptive,jika proses baru datang dengan panjang CPU burst lebih pendek dari sisah waktu proses yang saat itu sedang dieksekusi,proses ini di tundah dan di ganti dengan proses baru

Priority Scheduling
Algoritma SJF adalah suatu kasus khusus dari penjadwalan berprioritas,tiap-tiap proses di lengkapi dengan nomor prioritas(integer),CPU di alokasikan untuk proses yang memiliki prioritas paling tinggi(nilai integer terkecil biasanya merupakan prioritas terbesar). Jika beberapa proses memiliki prioritas yang sama,maka akan di gunakan algoritma FCFS. Penjadwalan berprioritas terdiri atas du skema yaitu Non-preemtive dan preemtive.

Round-Robin Scheduling
Konsep dasar dari algoritma ini adalah dengan menggunakan time sharing,pada dasar alagoritma ini sama dengan FCFS, hanya saja bersifat preemptive,setiap proses mendapatkan waktu cpu yang di sebut dengan waktu quantum(quantum time) untuk membatasi waktu proses,biasanya 1-100 milidetik,setelah waktu habis,proses di tundah dan di tambahkan pada ready queue.
Jika suatu proses memiliki CPU burst lebih kecil dibandingkan dengan waktu quantum,maka proses tersebut akan melepaskan CPU jika telah selesai bekerja, sehingga CPU dapat selesai di gunakan oleh proses selanjutnya.
 MULTILEVEL QUEUES SCHEDULING
Tujuan dari sistem time sharing adalah menjaga agar proses user mendapat tanggapan yang baik dari cpu, contoh yang sangat sederhana adalah user yang sedang mengetik dn mengedit teks berharap mendapatkan respons yg sangat tepat ketika tombol di ketikkan,sehingga apa yang di ketikan akan monitor.
Salah satu cara yang baik untuk mendapatkan tanggapan yang baik dari CPU adalah tidak mengijinkan job panjang menghambat job pendek,yaitu dengan cara mempunyai dua antrian.



 MULTILEVEL FEEDBACK QUEUE SCHEDULING
Penjadwalan dengan menggunakan algoritma multilevel feedback queue sama dengan algoritma pada penjadwalan multilevel queue,pada penjadwalan feedback queue suatu proses yang dapat berpindah antar berbagi queue;again dapat di terapkan dengan cara ini,Multilevel-Feedback-Queue- Scheduler di gambarkan oleh parameter berikut:
Jumlah queue
1.  Scheduling algoritma unuk tiap queue
2.  Metoda yang di gunakan untuk memutuskan ketika upgrade suatu psoses
3.  Metode yang di gunakan untuk memutuskan ketika menurunkan suatu proses
4.  Metode yang di tentukan untuk mementukan queue nama yang akan di proses membutuhkan server


 MULTIPLE- PROCESSOR SCHEDULING
Pada pembahasaan penjadwalan,telah di bahas permasalahan penjadwalaan CPU di singgle prosessor,penjadwalaan dimultiple menjadi lebih kompleks,banyak kemungkinan telah dicoba dan telah diketahui bahwa penjadwalan satu prosessor,tidak ada solusi yg terbaik
Beberapa sistem membawa struktur satu langkah kedepan, dengan membawa semua keputusan penjadwalan, I/O processing, dan aktifitas sitem yang lain ditangani oleh satu proses yang bertugas sebagai master prosesor.pada intinya penjadwalan pada multiprosesor adalah:
CPU scheduling lebih rumit ketika berbagi CPU tersedia
Prosessor homogen didalam suatu multiprosessor
Berbagi beban ( load sharing )
Asymmetric multiprosessing- hanya satu prosesor yang mengaks es struktur sistem data,sehingga mengurangi kebutuhan akan data shering

Guaranteed Scheduloing (GS)
Penjadwalan ini memberikan janji yang realistis (memberi daya pemroses yang sama) untuk membuat dan menyesuaikan performance adalah jika ada N pemakai, sehingga setiap proses (pemakai) akan mendapatkan 1/N dari daya pemroses CPU. Untuk mewujudkannya, sistem harus selalu menyimpan informasi tentang jumlah waktu CPU untuk semua proses sejak login dan juga berapa lama pemakai sedang login. Kemudian jumlah waktu CPU, yaitu waktu mulai login dibagi dengan n, sehingga lebih mudah menghitung rasio waktu CPU. Karena jumlah waktu pemroses tiap pemakai dapat diketahui, maka dapat dihitung rasio antara waktu pemroses yang sesungguhnya harus diperoleh, yaitu 1/N waktu pemroses seluruhnya dan waktu pemroses yang telah diperuntukkan proses itu.
Rasio 0,5 berarti sebuah proses hanya punya 0,5 dari apa yang waktu CPU miliki dan rasio 2,0 berarti sebuah proses hanya punya 2,0 dari apa yang waktu CPU miliki. Algoritma akan menjalankan proses dengan rasio paling rendah hingga naik ketingkat lebih tinggi diatas pesaing terdekatnya. Ide sederhana ini dapat diimplementasikan ke sistem real-time dan memiliki penjadwalan berprioritas dinamis.
 4. Evaluasi Algoritma
Evaluasi Algoritma adalah bagaimana kita memilih sebuah algoritma penjadwalan CPU untuk sistem –sistem tertentu,yg menjadi pokok masalah adalah kriteria seperi apa yg digunakan untuk memilih sebuah algoritma.
Ketika kriteria pemilihan telah didefenisikan,maka kita dapat mengevaluasi beragam algoritma,terdapat sejumlah metode evaluasi untuk melakukan hal ini, diantaranya:
1. Pemodelan deterministik
Merupakan evaluasi analistik,evaluasi analistik menggunakan algoritma dan beban kerja sistem untuk menghasilkan satu rumus atau angka yg menunjukan kriteria suatu algoritma untuk beban kerja tertentu.
2. Pemodelan antrian
Suatu sistem komputer dipandang sebagai suatu jaringan pelayan ( server ), masing-masing pelayan mempunyai satu antrian dari proses-proses yg menunggu layanan
3. Simulasi
Simulasi dapat memberikan evaluasi algoritma penjadwalan dengan lebih akurat, simulasi melibatkan pemograman model sistem komputer
4. Implementas
Simulasi hanya memberikan akurasi yg terbatas,satu-satunya cara yg paling tepad dalam mengevaluasi algoritma penjadwalan adalah mengimplementasikannya,menjalankanya pada sistem nyata dan melihatnya bekerja
Analisa Algoritma Penjadwalan Prosesv
Untuk kasus ini CPU mengambil waktu rata-rata yg paling
Rendah untuk di prses,coba perhatikan tiga algoritma yg di pakai yaitu FCFS algoritma,SJF nonpremtive,dan Round Robin yg mana yg akan dipakai.




























BAB III
KESIMPULAN


Algoritma penjadualan dibagi menjadi :
1.       First come first served scheduling
2.       Shortest job first scheduling
3.       Piority scheduling
4.       Round robin scheduling
5.       Multilevel queue scheduling
6.       Multilevel feedback queue scheduling
7.       Guaranteed scheduling
8.       Multiple processor scheduling

Konsep Dasar Penjadualan Proses  dibagi menjadi
1.       Preemptive Scheduling
2.        Dispatcher
Evaluasi Algoritma adalah bagaimana kita memilih sebuah algoritma penjadwalan CPU untuk sistem –sistem tertentu,yg menjadi pokok masalah adalah kriteria seperi apa yg digunakan untuk memilih sebuah algoritma.
Ketika kriteria pemilihan telah didefenisikan,maka kita dapat mengevaluasi beragam algoritma,terdapat sejumlah metode evaluasi untuk melakukan hal ini, diantaranya:
1. Pemodelan deterministik
2. Pemodelan antrian
3. Simulasi
4. Implementas
















DAFTAR PUSTAKA






Minggu, 08 April 2018

PENJADWALAN PROSES


PENJADWALAN PROSES
SISTEM OPERASI







                                                              ADE HILDA SAWITRI
10116096
SISTEM INFORMASI 2017/2018











KATA PENGANTAR

Pujisyukur kami persembahkankehadiran Allah SWT, yang atasrahmat-Nyasehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “PENJADWALAN PROSES”.Penulisa nmakalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Sistem Operasi di Universitas
,mengingatakan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritikdan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.






















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................... 2
DAFTAR ISI..................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................4
A. LatarBelakang........................................................................................................4
B. RumusanMasalah..................................................................................................4
C. Tujuan Penulisan...................................................................................................4
D.Manfaat Penulisan.................................................................................................5
E.Metode Penulisan..................................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................5
1. Pengertian schedulling atau penjadwalan...........................................................5
2.Tipe-tipe penjadwalan..........................................................................................6
3.Konsep dasar penjadwalan..................................................................................7
4.Strategi Penjadwalan...........................................................................................7
5.Algoritma Penjadwalan.......................................................................................8
BAB III PENUTUP....................................................................................................10
A. Kesimpulan........................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................10












BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Penjadwalan merupakan konsep utama dalam multitasking,sistem operasi multi prosesor dan sistem operasi real-time Penjadwalan adalah cara atau metode berbagai proses dilaksanakan pada CPU, dimana biasanya terdapat lebih banyak proses yang dijalankan daripada jumlah CPU yang tersedia. Hal ini diatur oleh software scheduler dan dispatchare.

Tujuan dari multiprogramming adalah untuk memiliki sejumlah proses yang berjalan pada sepanjang waktu, untuk memaksimalkan penggunaan CPU. Tujuan dari pembagian waktu adalah untuk mengganti CPU dantara proses-proses yang begitu sering sehingga user dapat berinteraksi dengan setap program sambil CPU bekerja.
Untuk sistem unipprosesor,tidak akan ada lebih dari satu proses berjalan.
Jika ada proses yang lebih dari itu, yang lainnya akan harus menunggu sampai CPU bebas dan dapat dijadwalkan kembali.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang ada, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut.
1.      Apakah yang dimaksud dengan schedulling atau penjadwalan proses?
2.      Apa saja tipe-tipe penjadwalan pada sistem operasi?
3.      Apakah yang dimaksud dengan konsep dasar penjadwalan?
4.      Ada berapa macam strategi penjadwalan?
5.      Apa saja algoritma penjadwalan itu?

C.     TUJUAN PENULISAN
1.      Mendeskripsikan pengertian atau penjadwalan proses.
2.      Mengetahui tipe-tipe penjadwalan dalam sistem operasi.
3.      Mendeskripsikan konsep dasar penjadwalan.
4.      Mengetahui macam-macam strategi penjadwalan.
5.      Mengetahui algoritma penjadwalan.

D.    MANFAAT PENULISAN
1.      Dapat mendeskripsikan pengertin schedulling atau penjadwalan proses.
2.      Dapat mengetahui tipe penjadwalan apa saja dalam sistem operasi.
3.      Dapat mendeskripsikan tentang konsep dasar penjadwalan.
4.      Dapat mengetahui macam-macam strategi penjadwalan.
5.      Dapat mengetahui algoritma penjadwalan.

E.     METODE PENULISAN
Penulisan makalah ini menggunakan metode kajian pustaka dan menambil materi dari internet.



BAB II
PEMBAHASAN

1.          PENGERTIAN SCHEDULLING / PENJADWALAN


Penjadwalan proses yaitu kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan oleh sistem komputer.
Adapun tugas penjadwalan yaitu untuk memutuskan:

·         Proses yang harus berjalan.
·         Kapan dan berapa lama proses itu berjalan.

Sasaran atau tujuan utama penjadwalan proses adalah optimasi kinerja menurut kriteria tertentu. Dimana kriteria untuk mengukur dan optimasi kerja penjadwalan antara lain:

a)      Adil (fairness)
b)      Efisiensi
c)      Waktu tanggap (Response Time)
d)     Waktu tanggap pada sistem interaktif








2.      TIPE-TIPE PENJADWALAN

Terdapat 3 tipe penjadwalan berada seacara bersama-sama pada sistem operasi yang kompleks yaitu :

Ø  Penjadwalan jangka pendek
Penjadwalan ini bertugas menjadwalkan alokasi pemroses diantara proses-proses ready di memori utama. Sasaran utama penjadwalan ini memaksimalkan kinerja untuk memunuhi satu kumpulan kriteria yang di harapkan.
Penjadwalan ini dijalankan setiap terjadi pengalihan proses untuk memilih proses berikutnya yang harus dijalankan.

Ø  Penjadwalan jangka menengah
Adalah menangani proses-proses swapping. Proses-proses mempunyai kepentingan kecil saat itu sebagai proses yang tertunda. Tetapi, begitu kondisi yang membuat nya tertunda hilang dan proses dimasukkan kembali ke memori utama dan ready penjadwalan jangka menengah mengendalikan transisi dari suspended-ready (dari keadaan suspen ke ready) proses-proses swapping.

Ø  Penjadwalan jangka panjang
Bekeja terhadap antrian batch dan memilih batch berikutnya yang harus dieksekusi batch biasanya adalah proses-proses dengan penggunaan sumber daya yang intensif (waktu proses, memori, perangkat I/O), Program-program ini berprioritas rendah.

3.      Konsep Dasar Penjadwalan
·         Tujuan dari multi progremming adalah untuk mempunyai proseses secara bersamaan
·         Ketika suatu proses harus menunggu, sistem operasi dapat saja akan menghentikan CPU dari suatu proses yang sedang dieksekusi dan memberikan sumber daya kepada proses yang lainnya
·         CPU adalah salah satu sumber dari komputer yang penting yang menjadi sentral dari sentral penjadwalan di sistem operasi
·         Kapanpun CPU menjadi idle sistem operasi harus memilih salah satu proses untuk masuk kedalam antrian ready (siap) untuk dieksekusi.

4.      Strategi Penjadwalan
Terdapat dua strategi penjadwalan yaitu:

Ø  Penjadwalan nonpreemptive
Saat proses diberi jatah waktu pemroses maka pemroses tidak dapat diambil alih proses lain sampai proses itu selesai
Ø  Penjadwalan preemptive
Saat proses diberi jatah waktu pemroses maka pemroses dapat diambil alih proses lain sehingga proses disela sebelum selesai dan harus dilanjutkan menunggu jatah waktu pemroses tiba kembali pada proses itu.
Pendjadwalan preemptive berguna pada sistem dimana proses-proses yang mendapatkan perhatian tanggapan pemproses secara cepat. Misalnya :
·         Pada sistem waktu nyata,kehilangan interrupsi (yaitu interrupsi tidak segera di layani) dapat berakibat fatal.
·         Pada sistem interaktif/time-sharring,pendjadwalan preemptive penting agar dapat menjamin waktu tanggap yang memadai.

5.      Algoritma Pendjadwalan
Terdapat banyak algoritma pendjadwalan,baik nonpreemptive maupun preemptive. Algoritma-algoritma yang menerapkan strategi nonpremptive diantaranya :
Ø  FIFO (First in first out)
Pendjadwalan ini merupakan :
·         Pendjadwalan non-preemptive
·         Pendjadwalan tidak berprioritas
FIFO jarang digunakan secara mandiri tapi di kombinasikan dengan skema lain, misalnya :
·         Keputusan berdasarkan prioritas proses. untuk proses-proses
Berprioritas sama diputuskan berdasarkan FIFO.
·         Berdasarkan kriteria penilaian pendjadwalan.
·         Fairness : pendjadwalan FIFO adil bila dipandang dari semantik antrian.
·         Efisiensi : pendjadwalan FIFO sangat efisien.
·         Waktu Tanggap : Pendjadwalan FIFO sangat jelek, tidak cocok untuk sistem interaktif apalagi waktu nyata.
·         Turn arround time : pendjadwalan FIFO jelek.
·         Throughput : pendjadwalan FIFO jelek.

Penggunaan :
·         Cocok untuk sistem batch yang sangat jarang interaksi dengan pemakai.
Contohnya : aplikasi analisis numerik,pembuatan tabel.
·         Pendjadwalan ini sama sekali tak berguna untuk sistem interaktif karena tidak memberi waktu tanggap yang bagus.
·         Tidak dapat digunakan untuk sistem waktu nyata.

Ø  SJF (Sorttest job first)
Pendjadwalan mengansumsikan waktu berjalannya proses sampai selesai te;ah diketahui sebelumnya.

Contoh:

Terdapat empat proses (job) yaitu A,B,C,D dengan waktu jalanya masing-masing
Adalah 8,4,4 dan 4 menit. Apabila proses-proses tersebut dijlankan,maka
Trun around time untuk A adalah 8 menit,untuk B adalah 12, untuk C adalah
16 dan untuk D adalah 20. Apabila keempat proses tersebut menggunakan
Penjadwalan shortest job fisrt, maka trun around  time untuk B adalah 4,
Untuk C adalah 8, untuk D adalah 12 dan  untuk A adalah 20.

Ø  HRN(Highest Ratio Next)
Merupakan strategi penjadwalan dengan prioritas proses tidak hanya
Berdasarkan fungsi waktu pelayanan tetapi juga jumlah waktu tunggu proses.

Ø  MFQ(Multiple Feedback Queues)
Penjadwalan merupakan:
·         Penjadwalan preemptive (by-time)
·         Penjadwalan berprioritas dinamis.












BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN

Penjadwalan proses yaitu kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan oleh sistem komputer.
Penjadwalan bertugas menentukan proses mana yang harus berjalan serta kapan dan berapa lama proses itu berjalan.
Kriteria untuk mengukur dan optimasi kerja penjadwalan yaitu : Adil,efisiensi,waktu tanggap,turn arround time dan throughtput. Trdapat tiga tipe penjadwalan dalam sistem operasi yaitu : penjadwalan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.






DAFTAR PUSTAKA






Kamis, 29 Maret 2018

Layanan sistem operasi dan Sistem call





MAKALAH
SISTEM OPERASI

“LAYANAN SISTEM OPERASI DAN SISTEM CALL”




Disusun Oleh :
Kelompok 2
Adam Atamimi (10116075)
Ade Hilda Sawitri (10116096)
Adiya Nugraha (10116218)
Fauzi Hidayatulloh (12116725)
Hilmy Zaki (14116902)
Rian Febriansyah (16116297)





KELAS 2KA07
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Mata Kuliah : Sistem Operasi
Dosen : Bpk. Henki Firdaus




BAB 1
PENDAHULUAN
1.1   LATAR BELAKANG
Sistem operasi komputer adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan management perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalan sorftware aplikasi seperti Program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia.
Sistem operasi mempunyai pokok-pokok pembahasan yang mendukung berjalan operasi, yaitu layanan sistem operasi, sistem call, sistem program, struktur-struktur sistem operasi, mesin virtual. Dalam makalah ini kami akan membahas tentang Layanan sistem operasi dan sistem call.

1.2 RUMUSAN MASALAH
       Apa pengertian Layanan Sistem Operasi?
       Apa pengertian dari System Call?
      Metode yang dipakai pada System Call ?

1.3 TUJUAN
      Menjelaskan definisi Pelayanan Sistem Operasi
      Menjelaskan tentang System Call












BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 LAYANAN SISTEM OPERASI
Sistem operasi menyediakan layanan untuk programmer sehingga dapat melakukan pemrograman dengan mudah.
ž  Eksekusi Program. Sistem harus dapat memanggil program ke memori dan menjalankannya. Program tersebut harus dapat mengakhiri eksekusinya dalambentuk normal atau abnormal (indikasi error).
ž  Operasi-operasi I/O. Pada saat running program kemungkinan dibutuhkan I/O,mungkin berupa file atau peralatan I/O. Agar efisien dan aman, maka user tidak boleh mengontrol I/O secara langsung, pengontrolan dilakukan oleh sistem operasi.
ž  Manipulasi sistem file. Kapabilitas program untuk membaca, menulis, membuat dan menghapus file.
ž  Komunikasi. Komunikasi dibutuhkan jika beberapa proses yang sedang dieksekusisaling tukar-menukar informasi. Penukaran informasi dapat dilakukan oleh beberapa proses dalam satu komputer atau dalam komputer yang berbeda melalui sistem jaringan. Komunikasi dilakukan dengan cara berbagi memori (shared memory) atau dengan cara pengiriman pesan (message passing).
ž  Mendeteksi kesalahan. Sistem harus menjamin kebenaran dalam komputasi dengan melakukan pendeteksian error pada CPU dan memori, perangkat I/O atau pada user program.

Beberapa fungsi tambahan yang ada tidak digunakan untuk membantu user, tetapi lebih digunakan untuk menjamin operasi sistem yang efisien, yaitu :
Mengalokasikan sumber daya (resource). Sistem harus dapat mengalokasikan resource untuk banyak user atau banyak job yang dijalanan dalam waktu yang sama.
Akutansi. Sistem membuat catatan daftar berapa resource yang digunakan user danresource apa saja yang digunakan untuk menghitung secara statistik akumulasipenggunaan resource.
Proteksi. Sistem operasi harus menjamin bahwa semua akses ke resource terkontrol dengan baik.








2.2 SISTEM CALL
System call menyediakan antar muka antara program yang sedang berjalan dengan sistem operasi. System call biasanya tersedia dalam bentuk instruksi bahasa assembly. Pada saat ini banyak bahasa pemrograman yang digunakan untuk menggantikan bahasa assembly sebagai bahasa pemrograman sehingga sistem call dapat langsung dibuat pada bahasa tinggat tinggi seperti bahasa C dan C++.

Terdapat 3 (tiga) metode yang umum digunakan untuk melewatkan parameter antara program yang sedang berjalan dengan sistem opeasi yaitu :
ž  Melewatkan parameter melalui register.
ž  Menyimpan parameter pada tabel yang disimpan di memori dan alamat tabel
ž  tersebut dilewatkan sebagai parameter di register seperti Gambar 2-1.
ž  Push (menyimpan) parameter ke stack oleh program dan pop (mengambil) isi
ž  stack yang dilakukan oleh system operasi.

Pada dasarnya System call dapat dikelompokkan dalam 5 kategori seperti yang dijelaskan pada sub bab di bawah ini.
Kontrol Proses
Hal-hal yang dilakukan:
ž  Mengakhiri (end) dan membatalkan (abort).
ž  Mengambil (load) dan eksekusi (execute).
ž  Membuat dan mengakhiri proses.
ž  Menentukan dan mengeset atribut proses.
ž  Wait for time
ž  Wait event, signal event.
ž  Mengalokasikan dan membebaskan memori.

Manipulasi File
Hal-hal yang dilakukan:
ž  Membuat dan menghapus file
ž  Membuka dan menutup file.
ž  Membaca, menulis, dan mereposisi file.
ž  Menentukan dan mengeset atribut file.
Manipulasi Device
Hal-hal yang dilakukan:
ž  Meminta dan mmebebaskan device.
ž  Membaca, menulis, dan mereposisi fil.
ž  Menentukan dan mengeset atribut device.

Informasi Lingkungan
hal-hal yang dilakukan:
ž  Mengambil atau mengeset waktu atau tanggal.
ž  Mengambil atau mengeset sistem data.
ž  Mengambil atau mengeset proses, file atau atribut-atribut device.

Komunikasi
Hal-hal yang dilakukan:
ž  Membuat dan menghapus sambungan komunikasi.
ž  Mengirim dan menerima pesan.
Mentransfer satus informasi.

















BAB 3
RANGKUMAN

Sistem operasi terdiri dari beberapa komponen, antara lain manajemen proses, manajemen memori utama, manajemen file, manajemen sistem I/O, manajemen penyimpan sekunder, system jaringan, system proteksi dan system command interpreter.
Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut: control-card interpreter, command-line interpreter, dan UNIX shell. Fungsinya adalah untuk mengambil dan mengeksekusi pernyataan perintah berikutnya.
Sistem operasi menyediakan layanan untuk programmer sehingga dapat melakukan pemrograman dengan mudah yaitu :
            a. Eksekusi Program
b. Operasi-operasi I/O
            c. Manipulasi sistem file
            d. Komunikasi
            e. Mendeteksi kesalahan
System Call merupakan sekumpulan layanan yang digunakan untuk mengakses kernel. System call juga digunakan untuk mengimplementasikan berbagai layanan yang diberikan oleh Sistem Operasi, umumnya sebagai rutin-rutin yang ditulis dengan bahasa C atau C++, atau beberapa tugas yang mengakses hardware secara langsung menggunakan bahasa rakitan. Biasanya programmer lebih memilih Application Programming Interface (API) dibandingkan dengan low level programming.





DAFTAR ISTILAH
ž  I/O : input output, adalah Unit input adalah (masukan) unit luar yang digunakan untuk memasukkan dataunit output (keluaran) biasanya digunakan untuk menampilkan data
ž  CPU : Central Processing Unit
ž  Akutansi : Pengukuran, Penjabaran, Perhitungan
ž  Proteksi : perlindungan
ž  Abort : Menghentikan


DAFTAR PUSTAKA




NAMA : Ade Hilda Sawitri
KELAS : 2KA07
NPM : 10116096





Rabu, 21 Maret 2018

Aplikasi Mobile Phone dengan fitur terbaru


TUGAS INDIVIDU SISTEM OPERASI

UNIVERSITAS GUNADARMA


NAMA : Ade Hilda.S
KELAS : 2KA07
NPM : 10116096



  Fingerptint iPhone



Apa itu fingerprint? Fingerprint adalah suatu alat deteksi yang berguna sebagai pengganti pin/code,dan bisa juga dikatakan sebagai alat pengaman,berikut adalah review tentang fingerprint pada iPhone,Fingerprint pada iPhone selain sebagai alat pengaman bisa juga sebagai alat pembelian pada Appstore,jadi pengguna tidak harus memasukkan password,tetapi tidak semua iPhone dilengkapi dengan fitur fingerprint,fingerprint ini tidak dapat dilakukan disemua jenis Apple hanya beberapa type produk Apple dimulai dari iPhone 5S,sampai ke iPhone 7+ 

Selain itu fingerprint pada iPhone juga memiliki fungsi,dari beberapa fungsi contoh yang paling simple adalah ketika kita sedang dikeadaan gawat darurat dan handphone dalam keadaan terkunci lewat fingerprint ini dapat membantu hanya beberapa detik saja untuk membuka kunci pada handphone tersebut,sebenarnya fungsi utama dari fingerprint ini adalah sebagai alat ke dua yang digunakan user untuk membuka kunci pada handphone lalu disertai adanya daya tarik bagi peminat Apple karena dianggap adanya fingerprint ini lebih canggih





Berikut adalah metode kerja fingerprint pada iPhone, menempelkan jari di fingerprint sensor ini akan langsung memberi perintah unlock saat jari menyentuh tombol,Sensor akan secara otomatis membaca sidik jari si pengguna saat menempel di tombol home. Bagaimana cara membuatnya?
Pastikan tombol Utama dan jari Anda bersih dan kering.
Ketuk Pengaturan > Touch ID & Kode Sandi, lalu masukkan kode sandi.
Ketuk Tambah Sidik Jari dan pegang perangkat seperti biasa saat menyentuh tombol Utama.
Sentuh tombol Utama dengan jari Anda, namun jangan ditekan. Tahan jari hingga Anda merasakan getaran cepat, atau hingga diminta mengangkat jari.
 Minus dari fingerprint pada iPhone adalah mudah untuk tidak berfungsinya,ketika tangan kita dalam keadaan tidak bersih atau basah terkadang sulit untuk mennscan pada fingerprint ketika tombol home button atau lingkaran yang ada ditengah terlalu sering digunakan maka untuk kemungkinan tidak berfungsinya besar,bahkan ketika jatuh kemungkinan untuk rusak selain mengenai fingerprint tersebut juga memungkinkan mengenai speaker bawah,maka dari itu solusinya adalah gunakan tombol home button yang berada di layar handphone sebagai penggantinya.

Jumat, 12 Januari 2018

Trend Perkembangan Sistem Informasi diDunia Kesehatan

                        Peranan dan Penerapan Komputer dalam Bidang Kesehatan 

      Dalam bidang kesehatan, komputer sangat berperan penting. Penggunaan komputer dalam bidang kesehatan tidak hanya akan dirasakan manfaatnya oleh para penggunanya saja, tetapi juga oleh organisasi tersebut, dalam hal ini misalnya rumah sakit, klinik, puskesmas, apotek dan lain sebagainya. Perangkat ini secara cepat dan mudah dapat menolong jiwa manusia.

      Komputer dapat digunakan mulai dari penyimpanan dan pengolahan data administrasi suatu rumah sakit atau klinik, hingga melakukan riset bidang kedokteran, mendiagnosis penyakit, menemukan obat yang tepat, serta menganalisis organ tubuh manusia yang mengalami gangguan atau tidak dibagian dalam yang sulit dilihat.

     Karena peranan komputer dalam bidang kesehatan sangat penting. Maka peranan komputer  dalam bidang kesehatan di bagi menjadi beberapa bidang,  yaitu :
  • Bidang administrasi, dengan adanya komputer di administrasi sangat membantu dalam penyimpanan, pengelompokan, dan pengolahan data. Tanpa komputer, akan susah sekali dan memerlukan waktu yang lama  untuk memeriksa banyaknya data–data pasien, stok obat, dan data–data lainnya yang dimiliki oleh rumah sakit. Namun dengan hadirnya komputer, memeriksa data–data pasien, stok obat dan juga data keuangan rumah sakit akan menjadi lebih mudah, cepat dan efektif untuk dilakukan. 
  • Bidang farmasi, selain dalam bidang obat–obatan komputer juga berperan sangat penting dalam farmasi, seperti untuk merecord resep dan dosis, serta menyimpan data harga obat–obatan tersebut. Selain itu, dengan adanya komputer dalam bidang farmasi juga membantu untuk mengelompokkan macam-macam obat berdasarkan jenis dan kegunaannya, misalnya Ponstan adalah obat penahan rasa sakit.
  • Mendiagnosa suatu penyakit, dengan adanya komputer DNA yang sudah di rancang khusus di dalam bidang kesehatan mendiagnosa suatu penyakit bukan hal yang susah lagi, karena dengan adanya komputer akan lebih cepat, mudah dan akurat untuk mengetahui nama dan jenis dari suatu penyakit yang diderita.
  • Memonitoring status pasien, pasien yang sudah pernah datang atau baru pertama kali berobat akan dengan mudah dicari. Data-data personal pasien juga dengan mudah dilihat. Selain itu, dokter ataupun perawat dapat melihat rekaman hasil periksa, keluhan dan riwayat penyakit sebelumnya yang pernah diderita oleh si pasien, tanggal kedatangan pasien terakhir kali berobat, record resep yang pernah diberikan, dan masih banyak lagi.
  • Penelitian, penelitian ilmiah yang sering dilakukan dalam bidang kesehatan sangatlah bergantung pada penggunaan komputer. Penggunaan komputer dapat memaksimal- kan hasil penelitian, karena dengan adanya komputer penelitian itu dapat di telusuri lebih dalam dan lebih detail. Misalnya penelitian untuk mendeteksi bakteri atau virus baru, pendeteksian DNA, dan lain sebagainya.
  • Melihat dan menganalisa organ–organ tubuh bagian dalam manusia, untuk dapat melihat organ tubuh bagian dalam manusia telah ditemukan begitu banyak alat canggih, namun hampir seluruh alat tersebut masih bergantung pada perangkat komputer sebagai sarana untuk penyaluran data ataupun gambarnya. Oleh karenanya, komputer memiliki peranan yang penting dalam melihat dan menganalisa organ–organ tubuh manusia tersebut.

      Dibawah ini merupakan penggunaan-penggunaan sistem komputer untuk menganalisa organ–organ tubuh :
  • System Computerized Axial Tomography (CAT), digunakan untuk menganalisa organ tubuh manusia yang tidak bergerak dan melihat kelainan pada pasien yang terjadi secara visual dilayar komputer dengan menggunakan sinar-X.  
  • System Dynamic Spatial Reconstructor (DSR)digunakan untuk melihat organ yang bergerak. Sistem ini pemeriksaanya terpusat pada organ tertentu. 
  • Sistem Komputer DNA, dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit pasien dan menentukan obat yang dibutuhkan pasien. 
  • SPECT (Single Photon Emission Computer Tomography) merupakan sistem komputer yang mempergunakan gas radiokatif untuk mendeteksi partikel-partikel tubuh yang ditampilkan dalam bentuk gambar.  
  • PET (Position Emission Tomography) merupakan sistem komputer yang menampilkan gambar yang mempergunakan isotop radioaktif. 
  • NMR (Nuclear Magnetic Resonance) yaitu teknik mendiagnosa dengan cara memagnetikkan nucleus (pusat atom) dari atom hydrogen.
  • USG (Ultra Sonography) adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz – 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor berupa gambar dua dimensi atau tiga dimensi.  
  • Helical CT-SCAN adalah alat untuk pemeriksaan organ tubuh secara komputerisasi, dengan potongan tranversal, coronal dan sagital, paling kecil jarak antara potongan 3 mm. 
  • Magnetic Resonance Imaging ( M R I ) adalah alat untuk pemeriksaan organ tubuh secara komputerisasi, dengan potongan tranversal, coronal dan sagita.
Manfaat Penerapan Komputer dalam Bidang Kesehatan

       Seperti yang telah dijabarkan di atas, peranan dan aplikasi komputer dalam bidang kese hatan sangatlah banyak. Komputer secara tidak langsung telah membantu manusia untuk mengetahui penyakit yang dideritanya hingga sampai pada tahap penyembuhan.

        Sebagai kesimpulannya, manfaat dari penerapan komputer dalam bidang kesehatan di tiap-tiap aplikasinya antara lain sebagai berikut :
  • Mendiagnosa suatu penyakit dan menentukan obat yang cocok. 
  • Melihat dan menganalisa organ – organ tubuh bagian dalam manusia.
  • Memonitoring status pasien, merecord data pribadi pasien dan riwayat penyakit pasien. 
  • Melakukan penelitian ilmiah yang diperlukan. 
  • Memasukkan, menyimpan, menggelompokkan dan mengolah data – data secara cepat dan mudah. Mendeteksi DNA seseorang. 
  • Mengecek dan mengethaui hasil tes darah di laboratorium. Sebagai alat Bantu dalam pemeriksaan medis.
      Dengan adanya komputer dalam bidang kesehatan sangatlah membantu. Kegiatan – kegiatan yang tadinya belum bisa dilakukan, saat ini sudah dapat dilakukan dengan komputer. Penggunaan komputer membuat pekerjaan seseorang menjadi lebih mudah, cepat dan akurat.