Jumat, 21 Juni 2019

Sistem Basis Data 2








Kuntungan Basis Data Relasional:
    1. Bentuknya sederhana
    2. Mudah melakukan berbagai operasi data
Contoh-contoh Basis Data Relasional :
    1. DB2 ->IBM
    2. ORACLE->Oracle
    3. SYBASE ->Powersoft 
    4. INFORMIX ->Informix
    5. Microsoft Access ->MicrosoftIII/IV

Istilah dalam Basis Data Relasional
    • Relasi :Sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris.
    • Atribut :Kolom pada sebuah relasi.
    • Tupel :Baris pada sebuah relasi.
    • Domain :Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut.
    • Derajat (degree) :Jumlah atribut dalam sebuah relasi.
    • Cardinality :Jumlah tupel dalam sebuah relasi.III/IV





  • Super-Kelas (Superclass) ,Entitas yang merupakan induk dari subclass-subclassnya. Sub-Kelas (Subclass) Subset dari suatu entitas yang dikelompokkan dalam pengertian tertentu yang perlu disajikan secara eksplisit.
  • Spesialisasi (Spesialiazation) ,Proses pemecahan entitas menjadi subclass-subclass beserta atribut-atributnya. Terdapat beberapa jenis spesialisasi seperti Disjoint Total, Disjoint Partial, Overlapping Total dan Overlapping Partial.
  • Generalization ,Proses penggabungan subclass-subclass menjadi suatu entitas yang lebih umum.
  • Kategori adalah kebutuhan yang timbul untuk model suatu relationship superclass/subclass tunggal dengan lebih dari satu superclass dimana superclass-superclass tersebut menggambarkan jenis entity yang berbeda. Sebuah kategori mempunyai satu atau lebih superclass yang dapat mewakili tiap tipe entity. Dimana superclass/subclass lainnya bias saja hanya mempunyai satu superclass. Kategori dapat saja untuk seluruh relasi atau hanya sebagian saja.        Tujuan Perancangan Database:
  • Untuk memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan user secara khusus dan aplikasi – aplikasinya.
  • Memudahkan pengertian struktur informasi.
  • Mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time, dan storeage space).
  •  
    Transaksi adalah satu atau beberapa aksi program aplikasi yang mengakses/mengubah isi basis data.

    Transaksi harus memiliki sifat-sifat:
    1.      Atomik, dimana semua operasi dalam transaksi dapat dikerjakan seluruhnya atau tidak sama sekali.
    2.      Konsisten, dimana eksekusi transaksi secara tunggal harus dapat menjamin data tetap konsisten setelah transaksi berakhir.
    3.      Terisolasi, jika pada sebuah sistem basis data terdapat sejumlah transaksi yang dilaksanakan secara bersamaan, maka semua transaksi yang dilaksanakan pada saat yang bersamaan tersebut harus dapat dimulai dan bisa berakhir.
    4.      Bertahan, dimana perubahan data yang terjadi setelah sebuah transaksi berakhir dengan baik, harus dapat bertahan bahkan jika seandainya sistem menjadi mati.

    Security Database

    Authorization
    Pemberian hak akses yang mengizinkan sebuah subyek mempunyai akses secara legal terhadap sebuah system atau obyek.

    Views (Subschemas)
    Hasil yang dinamik dari satu atau lebih operasi relasi yang beroperasi pada relasi dasar untuk menghasilkan relasi lainnya. View mwerupakan virtual relation yang tidak secara nyata ada di dalam sebuah database, tetapi dihasilkan atas permintaan user secara khusus.

    Backing Up
    Proses yang secara periodic menyalin database dan menjurnal (dan memprogram) ke dalam media penyimpanan offline.

    Journaling
    Proses penyimpanan dan pemeliharaan sebuah jurnal atau log seluruh perubahan terhadap database agar dapat merecover secara efektif jika terjadi kegagalan.

    Checkpointing
    Titik temu sinkronisasi antara database dan transaksi log file. Seluruh data yang disimpan di tempat sementara akan disimpan di media penyimpanan kedua.

    Integrity
    Pengontrolan integritas juga membantu memelihara system database yang aman dengan mencegah data dari invalid.

    Encryption
    Penyediaan (encoding) data dengan menggunakan algoritma khusus yang merubah data menjadi tidak dapat dibaca oleh program apapun tanpa mendeskripsikannya.

    Concurrency & Recovery

    Concurrency
    Tujuan dari mekanisme ini adalah untuk menjamin bahwa transaksi-transaksi yang konkuren tidak saling mengganggu operasinya masing-masing.

    Recovery
    Recovery berarti pemulihan kembali basis data pada keadaan terakhir yang diyakini benar setelah terjadi kesalahan (failure).


    Sistem basis data terdistribusi pada dasaranya merupakan salah satu pengembangan dari sebuah sistem basis data. Sistem basis data yang sudah diimplementasikan di dalam suatu perusahaan ataupun organisasi, kemudian dikembangkan menjadi bentuk distribusi data, sehingga sisitem basis data tersebut bisa didistribusikan ke berbagai lokasi.


    KEUNTUNGAN DATA BASE TERDISTRIBUSI

    1. Pengawasan distribusi dan pengambilan data
    2. Reliability dan availability
    3.Kecepatan pemrosesan query
    4. Otonomi lokal
    5. Efisiensi dan fleksibel

    KERUGIAN DATABASE TERDISTRIBUSI

    1. Harga software mahal
    2. Kemungkinan kesalahan lebih besar
    3. Biaya pemrosesan tinggi

    Rancangan Distribusi Basis Data:

    1. Alokasi data
    2. Fragmentasi data
    3. Replikasi

    1. 

    Rabu, 29 Mei 2019

    TUGAS 2: PENGANTAR ANIMASI DAN DESAIN GRAFIS

    RINGKASAN DESKRIPSI TUGAS PENGANTAR ANIMASI DAN DESAIN GRAFIS
    Peng. Animasi & Desain Grafis


    Menurut penulis animasi adalah sebuah gambar berkarakter yang dibuat secara manual atau digital, dalam 2 dimensi atau 3 dimensi. Animasi adalah gambar bergerak berbentuk dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi. Gambar atau objek yang dimaksud dalam definisi berupa gambar manusia, hewan maupun tulisan.
    Prinsip-prinsip animasi ada 12 :
    Prinsip-prinsip Animasi dibagi dalam beberapa bagian:
    1. Squash and stretch
    2. Anticipation
    3. Staging
    4. Straight Ahead Action and Pose to Pose
    5. Follow Thourgh and Overlapping Action
    6. Slow In and Slow Out
    7. Arcs
    8. Secondary Action
    9. Timing
    10. Exaggeration
    11. Solid Drawing
    12. Appeal

    Fungsi dari prinsip animasi adalah agar setiap animasi yang dibuat terlihat menarik,dramatik,dan dengan menggunakan gerakan yang alami. Pada tugas ini penulis memakai short animasi berjudul "Watermelon A Cautionary Tale" by Kefei Li & Connie Qin He yang dimana terdapat prinsip animasi Squash and stretch pada durasi ke 00.02.07 dimana pada film tersebut menunjukan peran seorang anak laki-laki melakukan pergerakan yang cepat
    Squash and stretch adalah upaya penambahan efek lentur (plastis) pada objek atau figur sehingga -seolah-olah ‘memuai’ atau ‘menyusut’ sehingga memberikan efek gerak yang lebih hidup. Penerapan squash and stretch pada figur atau benda hidup (misal: manusia, binatang, creatures) akan memberikan ‘enhancement’ sekaligus efek dinamis terhadap gerakan/ action tertentu, sementara pada benda mati (misal: gelas, meja, botol) penerapan squash and stretch akan membuat mereka (benda-benda mati tersebut) tampak atau berlaku seperti benda hidup.



    Contoh pada benda mati: Ketika sebuah bola dilemparkan. Pada saat bola menyentuh tanah maka dibuat seolah-olah bola yang semula bentuknya bulat sempurna menjadi sedikit lonjong horizontal, meskipun nyatanya keadaan bola tidak selalu demikian.Hal ini memberikan efek pergerakan yang lebih dinamis dan ‘hidup’.

    Contoh pada benda hidup: Sinergi bisep dan trisep pada manusia. Pada saat lengan ditarik (seperti gerakan mengangkat barbel) maka akan terjadi kontraksi pada otot bisep sehingga nampak ‘memuai’, hal inilah yang disebut squash pada animasi. Sedangkan stretch nampak ketika dilakukan gerakan sebaliknya (seperti gerakan menurunkan lengan), bisep akan nampak ‘menyusut’.

    Referensi
    https://keepvid.pro/download?video=https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DlTxn2BuqyzU
    https://id.wikipedia.org/wiki/Animasi
    http://muhammadazril022.blogspot.com/2017/10/apa-itu-squash-and-stretch.html





    Nama : Ade Hilda Sawitri

    NPM : 10116096

    Kelas : 3KA07




    SISTEM INFORMASI

    2018/2019


    Jumat, 23 November 2018

    SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT GAGAL GINJAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE BAYES


    Judul jurnal : SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT GAGAL
    GINJAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE BAYES
    Penulis jurnal : Sri Rahayu (0911441)

           Latar Belakang

     Penyakit gagal ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga pada akhirnya tidak mampu lagi bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, dalam menjaga keseimbangan cairan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine, saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialami mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia
      
     Tujuan penulis membuat Jurnal
    untuk membuat aplikasi sistem pakar yang berguna sebagai alat bantu untuk mendapatkan informasi dan dugaan awal dalam mendiagnosa penyakit gagal ginjal. Hasil dalam penelitian ini adalah sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit gagal ginjal dengan menggunakan metode bayes dapat menyelesaikan masalah diagnosis penyakit gagal ginjal, karena dapat memberikan hasil diagnosis dengan nilai probabilitas kemunculan setiap jenis penyakit.

      Metode yang digunakan

    Metode Bayes
     Metode Bayes merupakan metode yang baik didalam mesin pembelajaran berdasarkan data training, dengan menggunakan probabilitas bersyarat sebagai dasarnya. Metode Bayes juga merupakan suatu metode untuk menghasilkan estimasi parameter dengan menggabungkan informasi dari sampel dan informasi lain yang telah tersedia sebelumnya. Keunggulan utama dalam penggunaan Metode Bayes adalah penyederhanaan dari cara klasik yang penuh dengan integral untuk memperoleh model marginal (Arhami, 2005: 142).

     Pembahasan singkat

    Kecerdasan Buatan
    Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) adalah suatu bidang ilmu komputer yang mendayagunakan komputer sehingga dapat berprilaku cerdas (T.Sutojo, Vincent Suhartono 2011: 1). Kecerdasan buatan meyelesaikan permasalahan dengan mendayagunakan komputer untuk memecahkan masalah yang kompleks dengan cara mengikuti proses penalaran manusia. Kecerdasan buatan memiliki tujuan untuk menciptakan komputer yang lebih cerdas, mengerti tentang kecerdasan, dan membuat mesin yang lebih berguna

    Sistem Pakar
    Menurut Arhami (2005: 3) Salah satu teknik kecerdasan buatan yang menirukan proses penalaran manusia adalah Sistem Pakar. Secara umum, Sistem Pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli Sistem Pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja para ahli.

    Penyakit Gagal Ginjal
    Penyakit gagal ginjal disebabkan oleh fungsi organ ginjal yang mengalami penurunan, sehingga tidak dapat menyaring pembuangan elektrolit tubuh. Selain itu, organ ini juga tidak dapat menjaga keseimbangan antara cairan dan zat kimia tubuh, seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.

    Gagal Ginjal

    Ginjal (renal) adalah organ tubuh yang memiliki fungsi utama untuk menyaring dan membuang zat-zat sisa metabolisme tubuh dari darah dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit (misalnya kalsium, natrium, dan kalium) dalam darah. Ginjal juga memproduksi bentuk aktif dari vitamin D yang mengatur penyerapan kalsium dan fosfor dari makanan sehingga membuat tulang menjadi kuat. Selain itu ginjal memproduksi hormon eritropoietin yang merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah, serta renin yang berfungsi mengatur volume darah dan tekanan darah.

    Penyebab Penyakit Gagal Ginjal
     Selain hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya, masih ada banyak faktor penyebab penyakit gagal ginjal. Berikut beberapa penyebab penyakit gagal ginjal secara umum, antara lain :
     1. Infeksi saluran kemih (pielonefritis kronis)
     2. Penyakit peradangan (glomerulonefritis)
     3. Penyakit vaskuler hipertensif (nefrosklerosis, stenosis arteri renalis)
     4. Gangguan jaringan penyambung (SLE, poliarteritis nodusa, sklerosis sitemik)
     5. Penyakit kongenital dan herediter (penyakit ginjal polikistik, asidosis tubulus ginjal)
     6. Penyakit metabolik (DM, gout, hiperparatiroidisme)
     7. Nefropati toksik 8. Nefropati obstruktif (batu saluran kemih). (As’adi Muhammad, 2012: 18)



    Probabilitas dan Metode Bayes
     Probabilitas Bayes merupakan salah satu cara yang baik untuk mengatasi ketidakpastian data dengan menggunakan formula bayes yang dinyatakan dengan rumus :      

    Keterangan :
    P(H | E) : probabilitas hipotesis H jika diberikan evidence E
    P(E | H) : probabilitas munculnya evidence apapun
    P(E) : probabilitas evidence E


    Kelebihan

    Teorema ini lebih banyak diterapkan pada halhal yang berkenaan dengan probabilitas serta kemungkinan dari penyakit dan gejala-gejala yang berkaitan.

     Saran pengembangan

    Dikarenakan ilmu pengetahuan terus berkembang dan ditemukannya hal-hal baru maka basis pengetahuan dan basis aturan sistem pakar ini perlu di-update
     Kesimpulan

    Berdasarkan pengembangan yang telah dilakukan selama proses perancangan hingga implementasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit gagal ginjal dengan menggunakan Metode Bayes, Aplikasi sistem pakar ini memudahkan user dalam proses melakukan konsultasi, karena dalam rekam medis rumah sakit cocok dengan perhitungan sistem

    Daftar pustaka

    [1]. Rosa A.S-M.Salahuddin, Modul Pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak (Terstruktur dan Berorientasi Objek), Penerbit Modula, Bandung, 2011
    [2]. Muhammad Arhami, Konsep Dasar Sistem Pakar, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2005
    [3]. Kusrini, Aplikasi Sistem Pakar, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2008
    [4]. T.Sutojo, Vincent Suhartono, Kecerdasan Buatan, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2011
    [8]. Hendrayudi, Dasar-Dasar Pemrograman Microsoft Visual Basic 2008, Penerbit PT. Sarana Tutorial Nurani Sejahtera, 2011
     [9]. As’adi Muhammad, Serba-Serbi Gagal Ginjal, Penerbit Diva Press


    nama : Ade Hilda.S
    kelas : 3KA07
    npm : 10116096


    Kamis, 01 November 2018

    SISTEM PAKAR





    TUGAS SOFTSKILL PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM CERDAS

    ADE HILDA.S
    3KA07
    SISTEM INFORMASI
    UNIVERSITAS GUNADARMA

    Jumat, 12 Oktober 2018

    Rabu, 02 Mei 2018

    PENJADWALAN PROSES 2


    PENJADWALAN PROSES 2
    SISTEM OPERASI







    ADE HILDA.S(10116096)

    SISTEM INFORMASI 2017/2018
    2KA07














    KATA PENGANTAR

    Pujisyukur kami persembahkankehadiran Allah SWT, yang atas rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “PENJADWALAN PROSES”.Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Sistem Operasi di Universitas Gunadarma
    mengingatakan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
    Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.






















    DAFTAR ISI
    KATA PENGANTAR.........................................................................................................................2
    DAFTAR ISI.....................................................................................................................................3
    BAB I .............................................................................................................................................4
    PENDAHULUAN.............................................................................................................................4
    LATAR BELAKANG..........................................................................................................................4
    TUJUAN.........................................................................................................................................4
    BAB II.............................................................................................................................................5
    PEMBAHASAN...............................................................................................................................5
    1.           Konsep Dasar Penjadualan Proses...................................................................................5
    1.1.       Preemptive Scheduling.....................................................................................................5
    1.2.       Dispatcher........................................................................................................................6
    2.          Kriteria Penjadualan........................................................................................................6
    3.           Algoritma Penjadualan...................................................................................................7
    3.1         First Come First Served Scheduling(FCFS)......................................................................7
    3.2         Shortest Job First  Scheduling (SJF)................................................................................7
    3.3          Priority Scheduling.........................................................................................................7
    3.4          Round Robin Scheduling................................................................................................7
    3.5          Multilevel Queue Scheduling.........................................................................................8
    3.6          Multilevel Feedback Queue Scheduling........................................................................8
    3.7          Guaranteed Scheduling.................................................................................................8
    3.8          Multiple Processor Scheduling......................................................................................8
    4.            Metode Evaluasi Penjadwalan......................................................................................9
    BAB III.........................................................................................................................................11
    KESIMPULAN .............................................................................................................................11
    DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................................12




    BAB I
    PENDAHULUAN
    a.       Latar Belakang
    Pada bab ini akan diuraikan secara umum tentang konsep penjadwalan proses seperti konsep dasar penjadwalan, kriteria penjadwalan, dan algoritma penjadwalan.
    Penjadwalan proses yaitu kumpulan kebijaksanaan dari mekanisme sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang di lakukan oleh sistem komputer.
    Adapun tugas penjadwalan yaitu untuk memutuskan:
    1. Proses yang harus berjalan
    2. Kajian dan selama berapa lama proses itu bekerjan
    b.      Tujuan
    1. Memahami tentang konsep dasar penjadwalan CPU
    2. Memahami kriteria yang diperlukan untuk penjadwalan CPU
    3. Memahami beberapa algoritma penjadwlan CPU yang terdiri atas algoritma First Shortest JOB first. Priority dan Round Robin































    BAB II
                                                                   PEMBAHASAN


    1.Konsep Dasar Penjadualan Proses
    Penjadwalan adalah fungsi dasar dari sistem operasi semua resources komputer dijadwalkan sebelum digunakan. Pada sistem komputer terdapat beberapa bentuk penjadwalan: admission (pintu masuk kesistem ), memori, dan CPU scheduler. Penjadwalan CPU adalah pemilihan proses dari Ready Queue untuk dapat dieksekusi. Penjadwalan CPU didasarkan pada sistem operasi yang menggunakan prinsip Multiprogramming.

    Penjadwalan bertugas memutuskan :
    ·         Proses yang harus berjalan.
    ·         Kapan dan selama berapa lama proses itu berjalan
    1.1Preemptive Scheduling
    Penjadwalan preemptif adalah salah satu yang dapat dilakukan dalam keadaan ketika suatu proses beralih dari menjalankan keadaan ke keadaan siap atau dari negara menunggu ke keadaan siap . Di sini, sumber daya (siklus CPU) dialokasikan untuk proses untuk jumlah waktu yang terbatas dan kemudian diambil, dan proses tersebut ditempatkan kembali dalam antrian siap lagi jika masih memiliki sisa waktu CPU yang tersisa. Prosesnya tetap dalam antrean sampai mendapat kesempatan berikutnya untuk dieksekusi.
    Jika proses dengan prioritas tinggi tiba di antrean siap, tidak perlu menunggu proses saat ini untuk menyelesaikan waktu burstnya. Sebaliknya, proses saat ini terganggu di tengah eksekusi dan ditempatkan dalam antrean siap sampai proses dengan prioritas tinggi menggunakan siklus CPU. Dengan cara ini, setiap proses dalam antrean siap mendapat waktu untuk menjalankan CPU. Itu membuat penjadwalan preemptif fleksibel tetapi, meningkatkan overhead proses switching dari menjalankan negara ke keadaan siap dan vise-ayat.
    Algoritma yang bekerja dalam penjadwalan preemptif adalah Round Robin.Shortest Job First (SJF) dan penjadwalan Prioritas mungkin atau mungkin tidak berada di bawah penjadwalan preemptif.


    1.2Dispatcher
    Dispatcher adalah suatu modul yang akan memberikan kontrol pada CPU terhadap penyeleksian proses yang dilakukan selama short-term scheduling. Fungsi-fungsi yang terkandung di dalamnya meliputi: a. Switching context; b. Switching ke user-mode; c. Melompat ke lokasi tertentu pada user program untuk memulai program. Waktu yang diperlukan oleh dispatcher untuk menghentikan suatu proses dan memulai untuk menjalankan proses yang lainnya disebut dispatch latency.


    2. kriteria penjadualan
    1.Utilisasi
     Penggunaan waktu CPU (CPU Time)  seoptimal mungkin à processor terpakai terus menerus selama masih ada antrian ready.  CPU utilization akan mempunyai range dari 0 sampai 100 persen. Di sistem yang sebenarnya ia mempunyai range dari 40 sampai 100 persen.
     2. waiting time       
    Harus seminim mungkin. Merupakan durasi waktu yang dihabiskan suatu proses dalam antrian ready selama siklus hidupnya. Algoritma penjadwalan CPU tidak mempengaruhi waktu untuk melaksanakan proses tersebut atau M/K, itu hanya mempengaruhi jumlah waktu yang dibutuhkan proses di antrian ready. Waiting time adalah jumlah waktu yang dibutuhkan proses di antrian ready.
    3. Throughput             
    Throughput adalah jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit/interval waktu.
    4. Turn Arround Time         
       Turn Arround Time adalah waktu yang dihabiskan dari saat program atau job mulai masuk ke system sampai proses diselesaikan system. Waktu yang dimaksud adalah waktu yang dihabiskan di dalam system, diekspresikan sebagai penjumlah waktu eksekusi (waktu pelayanan job) dan waktu menunggu, yaitu: Turn Arround Time = waktu eksekusi + waktu menunggu
    5. Respon Time          
      Mempercepat (secepat dan sependek mungkin) waktu tanggap dengan pemakai secara interaktif. Response time adalah waktu antara pengguna memberikan input dengan SO memberikan output atau umpan balik ke pengguna. Sering sebuah proses dapat memproduksi output di awal, dan dapat meneruskan hasil yang baru sementara hasil yang sebelumnya telah diberikan ke pengguna. Ukuran lain adalah waktu dari pengiriman permintaan sampai respon yang pertama diberikan. Ini disebut response time, yaitu waktu untuk memulai memberikan respon, tetapi bukan waktu yang dipakai output untuk respon tersebut.



    3. Algoritma Penjadualan

    Penjadwalan CPU menyangkut penentuan proses-proses yang ada dalam ready queue yang kan di alokasikan pada CPU,terdapat beberapa algoritma penjadwalan CPU seperti di jelaskan pada subbab di bawah ini.

    First Come First Server (FCFS)
    Pertama datang,pertama di layani,(First In,First Out atau FIFO) tidak peduli apakah burst time-nya panajang atau pendek,semua proses yang edang di kerjakan di selesaikan terlebih duluh barulah proses berikut nya di layani.
    Penjadwalan FCFS merupakan penjadwalan:
    - Penjadwalan non-preemptive(run-to-completion)
    - Penjadwalan tidak berprioritas


    Shortest Job First Scheduler(SJF)
    Pada penjadwalan SJF,proses yang memiliki CPU burst paling kecil di layani terlebih dahulu,terdapat dua skema:
    1. Non preemtive,bila CPU diberikan pada proses,maka tidak bisa di tundah sampai CPU burst selesi
    2. Preemptive,jika proses baru datang dengan panjang CPU burst lebih pendek dari sisah waktu proses yang saat itu sedang dieksekusi,proses ini di tundah dan di ganti dengan proses baru

    Priority Scheduling
    Algoritma SJF adalah suatu kasus khusus dari penjadwalan berprioritas,tiap-tiap proses di lengkapi dengan nomor prioritas(integer),CPU di alokasikan untuk proses yang memiliki prioritas paling tinggi(nilai integer terkecil biasanya merupakan prioritas terbesar). Jika beberapa proses memiliki prioritas yang sama,maka akan di gunakan algoritma FCFS. Penjadwalan berprioritas terdiri atas du skema yaitu Non-preemtive dan preemtive.

    Round-Robin Scheduling
    Konsep dasar dari algoritma ini adalah dengan menggunakan time sharing,pada dasar alagoritma ini sama dengan FCFS, hanya saja bersifat preemptive,setiap proses mendapatkan waktu cpu yang di sebut dengan waktu quantum(quantum time) untuk membatasi waktu proses,biasanya 1-100 milidetik,setelah waktu habis,proses di tundah dan di tambahkan pada ready queue.
    Jika suatu proses memiliki CPU burst lebih kecil dibandingkan dengan waktu quantum,maka proses tersebut akan melepaskan CPU jika telah selesai bekerja, sehingga CPU dapat selesai di gunakan oleh proses selanjutnya.
     MULTILEVEL QUEUES SCHEDULING
    Tujuan dari sistem time sharing adalah menjaga agar proses user mendapat tanggapan yang baik dari cpu, contoh yang sangat sederhana adalah user yang sedang mengetik dn mengedit teks berharap mendapatkan respons yg sangat tepat ketika tombol di ketikkan,sehingga apa yang di ketikan akan monitor.
    Salah satu cara yang baik untuk mendapatkan tanggapan yang baik dari CPU adalah tidak mengijinkan job panjang menghambat job pendek,yaitu dengan cara mempunyai dua antrian.



     MULTILEVEL FEEDBACK QUEUE SCHEDULING
    Penjadwalan dengan menggunakan algoritma multilevel feedback queue sama dengan algoritma pada penjadwalan multilevel queue,pada penjadwalan feedback queue suatu proses yang dapat berpindah antar berbagi queue;again dapat di terapkan dengan cara ini,Multilevel-Feedback-Queue- Scheduler di gambarkan oleh parameter berikut:
    Jumlah queue
    1.  Scheduling algoritma unuk tiap queue
    2.  Metoda yang di gunakan untuk memutuskan ketika upgrade suatu psoses
    3.  Metode yang di gunakan untuk memutuskan ketika menurunkan suatu proses
    4.  Metode yang di tentukan untuk mementukan queue nama yang akan di proses membutuhkan server


     MULTIPLE- PROCESSOR SCHEDULING
    Pada pembahasaan penjadwalan,telah di bahas permasalahan penjadwalaan CPU di singgle prosessor,penjadwalaan dimultiple menjadi lebih kompleks,banyak kemungkinan telah dicoba dan telah diketahui bahwa penjadwalan satu prosessor,tidak ada solusi yg terbaik
    Beberapa sistem membawa struktur satu langkah kedepan, dengan membawa semua keputusan penjadwalan, I/O processing, dan aktifitas sitem yang lain ditangani oleh satu proses yang bertugas sebagai master prosesor.pada intinya penjadwalan pada multiprosesor adalah:
    CPU scheduling lebih rumit ketika berbagi CPU tersedia
    Prosessor homogen didalam suatu multiprosessor
    Berbagi beban ( load sharing )
    Asymmetric multiprosessing- hanya satu prosesor yang mengaks es struktur sistem data,sehingga mengurangi kebutuhan akan data shering

    Guaranteed Scheduloing (GS)
    Penjadwalan ini memberikan janji yang realistis (memberi daya pemroses yang sama) untuk membuat dan menyesuaikan performance adalah jika ada N pemakai, sehingga setiap proses (pemakai) akan mendapatkan 1/N dari daya pemroses CPU. Untuk mewujudkannya, sistem harus selalu menyimpan informasi tentang jumlah waktu CPU untuk semua proses sejak login dan juga berapa lama pemakai sedang login. Kemudian jumlah waktu CPU, yaitu waktu mulai login dibagi dengan n, sehingga lebih mudah menghitung rasio waktu CPU. Karena jumlah waktu pemroses tiap pemakai dapat diketahui, maka dapat dihitung rasio antara waktu pemroses yang sesungguhnya harus diperoleh, yaitu 1/N waktu pemroses seluruhnya dan waktu pemroses yang telah diperuntukkan proses itu.
    Rasio 0,5 berarti sebuah proses hanya punya 0,5 dari apa yang waktu CPU miliki dan rasio 2,0 berarti sebuah proses hanya punya 2,0 dari apa yang waktu CPU miliki. Algoritma akan menjalankan proses dengan rasio paling rendah hingga naik ketingkat lebih tinggi diatas pesaing terdekatnya. Ide sederhana ini dapat diimplementasikan ke sistem real-time dan memiliki penjadwalan berprioritas dinamis.
     4. Evaluasi Algoritma
    Evaluasi Algoritma adalah bagaimana kita memilih sebuah algoritma penjadwalan CPU untuk sistem –sistem tertentu,yg menjadi pokok masalah adalah kriteria seperi apa yg digunakan untuk memilih sebuah algoritma.
    Ketika kriteria pemilihan telah didefenisikan,maka kita dapat mengevaluasi beragam algoritma,terdapat sejumlah metode evaluasi untuk melakukan hal ini, diantaranya:
    1. Pemodelan deterministik
    Merupakan evaluasi analistik,evaluasi analistik menggunakan algoritma dan beban kerja sistem untuk menghasilkan satu rumus atau angka yg menunjukan kriteria suatu algoritma untuk beban kerja tertentu.
    2. Pemodelan antrian
    Suatu sistem komputer dipandang sebagai suatu jaringan pelayan ( server ), masing-masing pelayan mempunyai satu antrian dari proses-proses yg menunggu layanan
    3. Simulasi
    Simulasi dapat memberikan evaluasi algoritma penjadwalan dengan lebih akurat, simulasi melibatkan pemograman model sistem komputer
    4. Implementas
    Simulasi hanya memberikan akurasi yg terbatas,satu-satunya cara yg paling tepad dalam mengevaluasi algoritma penjadwalan adalah mengimplementasikannya,menjalankanya pada sistem nyata dan melihatnya bekerja
    Analisa Algoritma Penjadwalan Prosesv
    Untuk kasus ini CPU mengambil waktu rata-rata yg paling
    Rendah untuk di prses,coba perhatikan tiga algoritma yg di pakai yaitu FCFS algoritma,SJF nonpremtive,dan Round Robin yg mana yg akan dipakai.




























    BAB III
    KESIMPULAN


    Algoritma penjadualan dibagi menjadi :
    1.       First come first served scheduling
    2.       Shortest job first scheduling
    3.       Piority scheduling
    4.       Round robin scheduling
    5.       Multilevel queue scheduling
    6.       Multilevel feedback queue scheduling
    7.       Guaranteed scheduling
    8.       Multiple processor scheduling

    Konsep Dasar Penjadualan Proses  dibagi menjadi
    1.       Preemptive Scheduling
    2.        Dispatcher
    Evaluasi Algoritma adalah bagaimana kita memilih sebuah algoritma penjadwalan CPU untuk sistem –sistem tertentu,yg menjadi pokok masalah adalah kriteria seperi apa yg digunakan untuk memilih sebuah algoritma.
    Ketika kriteria pemilihan telah didefenisikan,maka kita dapat mengevaluasi beragam algoritma,terdapat sejumlah metode evaluasi untuk melakukan hal ini, diantaranya:
    1. Pemodelan deterministik
    2. Pemodelan antrian
    3. Simulasi
    4. Implementas
















    DAFTAR PUSTAKA






    Minggu, 08 April 2018

    PENJADWALAN PROSES


    PENJADWALAN PROSES
    SISTEM OPERASI







                                                                  ADE HILDA SAWITRI
    10116096
    SISTEM INFORMASI 2017/2018











    KATA PENGANTAR

    Pujisyukur kami persembahkankehadiran Allah SWT, yang atasrahmat-Nyasehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “PENJADWALAN PROSES”.Penulisa nmakalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Sistem Operasi di Universitas
    ,mengingatakan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu, kritikdan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
    Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.






















    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR...................................................................................................... 2
    DAFTAR ISI..................................................................................................................3
    BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................4
    A. LatarBelakang........................................................................................................4
    B. RumusanMasalah..................................................................................................4
    C. Tujuan Penulisan...................................................................................................4
    D.Manfaat Penulisan.................................................................................................5
    E.Metode Penulisan..................................................................................................5
    BAB II PEMBAHASAN................................................................................................5
    1. Pengertian schedulling atau penjadwalan...........................................................5
    2.Tipe-tipe penjadwalan..........................................................................................6
    3.Konsep dasar penjadwalan..................................................................................7
    4.Strategi Penjadwalan...........................................................................................7
    5.Algoritma Penjadwalan.......................................................................................8
    BAB III PENUTUP....................................................................................................10
    A. Kesimpulan........................................................................................................10
    DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................10












    BAB I
    PENDAHULUAN
    A.    LATAR BELAKANG MASALAH
    Penjadwalan merupakan konsep utama dalam multitasking,sistem operasi multi prosesor dan sistem operasi real-time Penjadwalan adalah cara atau metode berbagai proses dilaksanakan pada CPU, dimana biasanya terdapat lebih banyak proses yang dijalankan daripada jumlah CPU yang tersedia. Hal ini diatur oleh software scheduler dan dispatchare.

    Tujuan dari multiprogramming adalah untuk memiliki sejumlah proses yang berjalan pada sepanjang waktu, untuk memaksimalkan penggunaan CPU. Tujuan dari pembagian waktu adalah untuk mengganti CPU dantara proses-proses yang begitu sering sehingga user dapat berinteraksi dengan setap program sambil CPU bekerja.
    Untuk sistem unipprosesor,tidak akan ada lebih dari satu proses berjalan.
    Jika ada proses yang lebih dari itu, yang lainnya akan harus menunggu sampai CPU bebas dan dapat dijadwalkan kembali.

    B.     RUMUSAN MASALAH
    Berdasarkan latar belakang yang ada, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut.
    1.      Apakah yang dimaksud dengan schedulling atau penjadwalan proses?
    2.      Apa saja tipe-tipe penjadwalan pada sistem operasi?
    3.      Apakah yang dimaksud dengan konsep dasar penjadwalan?
    4.      Ada berapa macam strategi penjadwalan?
    5.      Apa saja algoritma penjadwalan itu?

    C.     TUJUAN PENULISAN
    1.      Mendeskripsikan pengertian atau penjadwalan proses.
    2.      Mengetahui tipe-tipe penjadwalan dalam sistem operasi.
    3.      Mendeskripsikan konsep dasar penjadwalan.
    4.      Mengetahui macam-macam strategi penjadwalan.
    5.      Mengetahui algoritma penjadwalan.

    D.    MANFAAT PENULISAN
    1.      Dapat mendeskripsikan pengertin schedulling atau penjadwalan proses.
    2.      Dapat mengetahui tipe penjadwalan apa saja dalam sistem operasi.
    3.      Dapat mendeskripsikan tentang konsep dasar penjadwalan.
    4.      Dapat mengetahui macam-macam strategi penjadwalan.
    5.      Dapat mengetahui algoritma penjadwalan.

    E.     METODE PENULISAN
    Penulisan makalah ini menggunakan metode kajian pustaka dan menambil materi dari internet.



    BAB II
    PEMBAHASAN

    1.          PENGERTIAN SCHEDULLING / PENJADWALAN


    Penjadwalan proses yaitu kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan oleh sistem komputer.
    Adapun tugas penjadwalan yaitu untuk memutuskan:

    ·         Proses yang harus berjalan.
    ·         Kapan dan berapa lama proses itu berjalan.

    Sasaran atau tujuan utama penjadwalan proses adalah optimasi kinerja menurut kriteria tertentu. Dimana kriteria untuk mengukur dan optimasi kerja penjadwalan antara lain:

    a)      Adil (fairness)
    b)      Efisiensi
    c)      Waktu tanggap (Response Time)
    d)     Waktu tanggap pada sistem interaktif








    2.      TIPE-TIPE PENJADWALAN

    Terdapat 3 tipe penjadwalan berada seacara bersama-sama pada sistem operasi yang kompleks yaitu :

    Ø  Penjadwalan jangka pendek
    Penjadwalan ini bertugas menjadwalkan alokasi pemroses diantara proses-proses ready di memori utama. Sasaran utama penjadwalan ini memaksimalkan kinerja untuk memunuhi satu kumpulan kriteria yang di harapkan.
    Penjadwalan ini dijalankan setiap terjadi pengalihan proses untuk memilih proses berikutnya yang harus dijalankan.

    Ø  Penjadwalan jangka menengah
    Adalah menangani proses-proses swapping. Proses-proses mempunyai kepentingan kecil saat itu sebagai proses yang tertunda. Tetapi, begitu kondisi yang membuat nya tertunda hilang dan proses dimasukkan kembali ke memori utama dan ready penjadwalan jangka menengah mengendalikan transisi dari suspended-ready (dari keadaan suspen ke ready) proses-proses swapping.

    Ø  Penjadwalan jangka panjang
    Bekeja terhadap antrian batch dan memilih batch berikutnya yang harus dieksekusi batch biasanya adalah proses-proses dengan penggunaan sumber daya yang intensif (waktu proses, memori, perangkat I/O), Program-program ini berprioritas rendah.

    3.      Konsep Dasar Penjadwalan
    ·         Tujuan dari multi progremming adalah untuk mempunyai proseses secara bersamaan
    ·         Ketika suatu proses harus menunggu, sistem operasi dapat saja akan menghentikan CPU dari suatu proses yang sedang dieksekusi dan memberikan sumber daya kepada proses yang lainnya
    ·         CPU adalah salah satu sumber dari komputer yang penting yang menjadi sentral dari sentral penjadwalan di sistem operasi
    ·         Kapanpun CPU menjadi idle sistem operasi harus memilih salah satu proses untuk masuk kedalam antrian ready (siap) untuk dieksekusi.

    4.      Strategi Penjadwalan
    Terdapat dua strategi penjadwalan yaitu:

    Ø  Penjadwalan nonpreemptive
    Saat proses diberi jatah waktu pemroses maka pemroses tidak dapat diambil alih proses lain sampai proses itu selesai
    Ø  Penjadwalan preemptive
    Saat proses diberi jatah waktu pemroses maka pemroses dapat diambil alih proses lain sehingga proses disela sebelum selesai dan harus dilanjutkan menunggu jatah waktu pemroses tiba kembali pada proses itu.
    Pendjadwalan preemptive berguna pada sistem dimana proses-proses yang mendapatkan perhatian tanggapan pemproses secara cepat. Misalnya :
    ·         Pada sistem waktu nyata,kehilangan interrupsi (yaitu interrupsi tidak segera di layani) dapat berakibat fatal.
    ·         Pada sistem interaktif/time-sharring,pendjadwalan preemptive penting agar dapat menjamin waktu tanggap yang memadai.

    5.      Algoritma Pendjadwalan
    Terdapat banyak algoritma pendjadwalan,baik nonpreemptive maupun preemptive. Algoritma-algoritma yang menerapkan strategi nonpremptive diantaranya :
    Ø  FIFO (First in first out)
    Pendjadwalan ini merupakan :
    ·         Pendjadwalan non-preemptive
    ·         Pendjadwalan tidak berprioritas
    FIFO jarang digunakan secara mandiri tapi di kombinasikan dengan skema lain, misalnya :
    ·         Keputusan berdasarkan prioritas proses. untuk proses-proses
    Berprioritas sama diputuskan berdasarkan FIFO.
    ·         Berdasarkan kriteria penilaian pendjadwalan.
    ·         Fairness : pendjadwalan FIFO adil bila dipandang dari semantik antrian.
    ·         Efisiensi : pendjadwalan FIFO sangat efisien.
    ·         Waktu Tanggap : Pendjadwalan FIFO sangat jelek, tidak cocok untuk sistem interaktif apalagi waktu nyata.
    ·         Turn arround time : pendjadwalan FIFO jelek.
    ·         Throughput : pendjadwalan FIFO jelek.

    Penggunaan :
    ·         Cocok untuk sistem batch yang sangat jarang interaksi dengan pemakai.
    Contohnya : aplikasi analisis numerik,pembuatan tabel.
    ·         Pendjadwalan ini sama sekali tak berguna untuk sistem interaktif karena tidak memberi waktu tanggap yang bagus.
    ·         Tidak dapat digunakan untuk sistem waktu nyata.

    Ø  SJF (Sorttest job first)
    Pendjadwalan mengansumsikan waktu berjalannya proses sampai selesai te;ah diketahui sebelumnya.

    Contoh:

    Terdapat empat proses (job) yaitu A,B,C,D dengan waktu jalanya masing-masing
    Adalah 8,4,4 dan 4 menit. Apabila proses-proses tersebut dijlankan,maka
    Trun around time untuk A adalah 8 menit,untuk B adalah 12, untuk C adalah
    16 dan untuk D adalah 20. Apabila keempat proses tersebut menggunakan
    Penjadwalan shortest job fisrt, maka trun around  time untuk B adalah 4,
    Untuk C adalah 8, untuk D adalah 12 dan  untuk A adalah 20.

    Ø  HRN(Highest Ratio Next)
    Merupakan strategi penjadwalan dengan prioritas proses tidak hanya
    Berdasarkan fungsi waktu pelayanan tetapi juga jumlah waktu tunggu proses.

    Ø  MFQ(Multiple Feedback Queues)
    Penjadwalan merupakan:
    ·         Penjadwalan preemptive (by-time)
    ·         Penjadwalan berprioritas dinamis.












    BAB III
    PENUTUP
    A.    KESIMPULAN

    Penjadwalan proses yaitu kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan oleh sistem komputer.
    Penjadwalan bertugas menentukan proses mana yang harus berjalan serta kapan dan berapa lama proses itu berjalan.
    Kriteria untuk mengukur dan optimasi kerja penjadwalan yaitu : Adil,efisiensi,waktu tanggap,turn arround time dan throughtput. Trdapat tiga tipe penjadwalan dalam sistem operasi yaitu : penjadwalan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.






    DAFTAR PUSTAKA