Kamis, 14 November 2019

Aspek Kata Kunci dan Audit Procedure

Tiga aspek kata kunci pada kontrol sistem yaitu:
1. Pengendalian adalah sebuah sistem
Dengan kata lain, terdiri dari sekumpulan komponen yang saling berelasi yang berfungsi secara bersama-sama untuk menyelesaikan suatu maksud atau tujuan.

2. Keabsahan / kebenaran dari suatu kegiatan
Keabsahan kegiatan dapat muncul jika tidak ada otorisasi (unauthorized), tidak akurat (inaccurate), tidak lengkap (incomplete), redundansi (redundant), tidak efektif
(ineffective) atau tidak efisien (inefficient) pemasukan data kedalam sistem.

3. Pemeriksaan digunakan untuk mencegah (prevent), mendeteksi (detect), atau mengoreksi (correct) kejadian / peristiwa yang tidak sesuai dengan aturan / hukum
(unlawful events).

Audit Planning and Analytis Procedures
  1. Perencananaan
Tiga hal mengapa auditor perlu merencanakan penugasan auidit dengan tepat : 1) untuk memungkinkan auditor mendpatakan bukti yang tepat dan mencukupi pada situasi yang dihadapkan, 2) membantu menjaga biaya audit tetap yang wajar, dan 3) untuk menghindarkan kesalahpahaman dengan klien.
Resiko yang dapat diterima adalah ukuran seberapa besar auditor bersedia menerima bahwa laporan keungan akan salah saji secara material setelah audit diselesaikan dan pendapat wajar tanpa pengecualian telah dikeluarkan. Resiko inherenadalah ukuran auditor atas kemungkinan adanya salah saji yang material dalam suatu saldo akun sebelum mempertimbangkan keefektifan pengendalian internal.
Prosedur Perencanaan audit dan perancangan pendekatan audit:

  1. Menerima klien dan melakukan perencanaan audit awal.
  2. Memahami bisnis dan industri klien.
  3. Menilai resiko bisnis klien.
  4. Melaksanakan prosedur analitis pandahuluan.
  5. Menetapkan materialitas dan menilai resiko audit yang dapat diterima serta serta resiko inheren.
  6. Memahami pengendalian internal dan menilai resiko pengendalian internal
  7. Mengumpulkan informasi untuk menilai resiko kecurangan
  8. Engembangkan perencanaan audit dan program audit secara keseluruhan.

Audit Sistem Informasi

Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti – bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien.
Ada beberapa aspek yang diperiksa pada audit sistem informasi yakni audit secara keseluruhan menyangkut efektifitas, efisiensi, availability system, reliability, confidentiality, dan integrity, aspek security, audit atas proses, modifikasi program, audit atas sumber data, dan data file.
Audit sistem informasi sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain traditional audit, manajemen sistem informasi, sistem informasi akuntansi, ilmu komputer, dan behavioral science.

Tujuan Audit Sistem Informasi

Tujuan audit sistem informasi menurut Ron Weber (1999:11-13) secara garis besar yaitu:

Pengamanan Aset

Aset informasi suatu perusahaan seperti perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), sumber daya manusia, file data harus dijaga oleh suatu sistem pengendalian internal yang baik agar tidak terjadi penyalahgunaan aset perusahaan. Dengan demikian sistem pengamanan aset merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

Menjaga Integritas Data

Integritas data (data integrity) adalah salah satu konsep dasar sistem informasi. Data memiliki atribut-atribut tertentu seperti: kelengkapan, kebenaran, dan keakuratan. Jika integritas data tidak terpelihara, maka suatu perusahaan tidak akan lagi memilki hasil atau laporan yang benar bahkan perusahaan dapat mengalami kerugian.

Efektifitas Sistem

Efektifitas sistem informasi perusahaan memiliki peranan penting dalam proses pengambilan keputusan. Suatu sistem informasi dapat dikatakan efektif bila sistem informasi tersebut telah sesuai dengan kebutuhan user.

Efisiensi Sistem

Efisiensi menjadi hal yang sangat penting ketika suatu komputer tidak lagi memilki kapasitas yang memadai atau harus mengevaluasi apakah efisiensi sistem masih memadai atau harus menambah sumber daya, karena suatu sistem dapat dikatakan efisien jika sistem informasi dapat memenuhi kebutuhan user dengan sumber daya informasi yang minimal.

Perlunya Kontrol & Audit

Faktor-faktor yang mendorong pentingnya kontrol dan audit sistem informasi (Weber, 1999, p.6) adalah antara lain untuk :
1. Mendeteksi agar komputer tidak dikelola secara kurang terarah
2. Mendeteksi resiko kehilangan data.
3. Mendeteksi resiko pengambilan keputusan yang salah akibat informasi hasil proses sistem komputerisasi salah/lambat/tidak lengkap.
4. Menjaga aset perusahaan karena nilai hardware, software dan personil yang lazimnya tinggi.
5. Mendeteksi resiko error komputer.
6. Mendeteksi resiko penyalahgunaan komputer (fraud).
7. Menjaga kerahasiaan
8. Meningkatkan pengendalian evolusi penggunaan komputer

Jumat, 21 Juni 2019

Sistem Basis Data 2








Kuntungan Basis Data Relasional:
    1. Bentuknya sederhana
    2. Mudah melakukan berbagai operasi data
Contoh-contoh Basis Data Relasional :
    1. DB2 ->IBM
    2. ORACLE->Oracle
    3. SYBASE ->Powersoft 
    4. INFORMIX ->Informix
    5. Microsoft Access ->MicrosoftIII/IV

Istilah dalam Basis Data Relasional
    • Relasi :Sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris.
    • Atribut :Kolom pada sebuah relasi.
    • Tupel :Baris pada sebuah relasi.
    • Domain :Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut.
    • Derajat (degree) :Jumlah atribut dalam sebuah relasi.
    • Cardinality :Jumlah tupel dalam sebuah relasi.III/IV





  • Super-Kelas (Superclass) ,Entitas yang merupakan induk dari subclass-subclassnya. Sub-Kelas (Subclass) Subset dari suatu entitas yang dikelompokkan dalam pengertian tertentu yang perlu disajikan secara eksplisit.
  • Spesialisasi (Spesialiazation) ,Proses pemecahan entitas menjadi subclass-subclass beserta atribut-atributnya. Terdapat beberapa jenis spesialisasi seperti Disjoint Total, Disjoint Partial, Overlapping Total dan Overlapping Partial.
  • Generalization ,Proses penggabungan subclass-subclass menjadi suatu entitas yang lebih umum.
  • Kategori adalah kebutuhan yang timbul untuk model suatu relationship superclass/subclass tunggal dengan lebih dari satu superclass dimana superclass-superclass tersebut menggambarkan jenis entity yang berbeda. Sebuah kategori mempunyai satu atau lebih superclass yang dapat mewakili tiap tipe entity. Dimana superclass/subclass lainnya bias saja hanya mempunyai satu superclass. Kategori dapat saja untuk seluruh relasi atau hanya sebagian saja.        Tujuan Perancangan Database:
  • Untuk memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan user secara khusus dan aplikasi – aplikasinya.
  • Memudahkan pengertian struktur informasi.
  • Mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time, dan storeage space).
  •  
    Transaksi adalah satu atau beberapa aksi program aplikasi yang mengakses/mengubah isi basis data.

    Transaksi harus memiliki sifat-sifat:
    1.      Atomik, dimana semua operasi dalam transaksi dapat dikerjakan seluruhnya atau tidak sama sekali.
    2.      Konsisten, dimana eksekusi transaksi secara tunggal harus dapat menjamin data tetap konsisten setelah transaksi berakhir.
    3.      Terisolasi, jika pada sebuah sistem basis data terdapat sejumlah transaksi yang dilaksanakan secara bersamaan, maka semua transaksi yang dilaksanakan pada saat yang bersamaan tersebut harus dapat dimulai dan bisa berakhir.
    4.      Bertahan, dimana perubahan data yang terjadi setelah sebuah transaksi berakhir dengan baik, harus dapat bertahan bahkan jika seandainya sistem menjadi mati.

    Security Database

    Authorization
    Pemberian hak akses yang mengizinkan sebuah subyek mempunyai akses secara legal terhadap sebuah system atau obyek.

    Views (Subschemas)
    Hasil yang dinamik dari satu atau lebih operasi relasi yang beroperasi pada relasi dasar untuk menghasilkan relasi lainnya. View mwerupakan virtual relation yang tidak secara nyata ada di dalam sebuah database, tetapi dihasilkan atas permintaan user secara khusus.

    Backing Up
    Proses yang secara periodic menyalin database dan menjurnal (dan memprogram) ke dalam media penyimpanan offline.

    Journaling
    Proses penyimpanan dan pemeliharaan sebuah jurnal atau log seluruh perubahan terhadap database agar dapat merecover secara efektif jika terjadi kegagalan.

    Checkpointing
    Titik temu sinkronisasi antara database dan transaksi log file. Seluruh data yang disimpan di tempat sementara akan disimpan di media penyimpanan kedua.

    Integrity
    Pengontrolan integritas juga membantu memelihara system database yang aman dengan mencegah data dari invalid.

    Encryption
    Penyediaan (encoding) data dengan menggunakan algoritma khusus yang merubah data menjadi tidak dapat dibaca oleh program apapun tanpa mendeskripsikannya.

    Concurrency & Recovery

    Concurrency
    Tujuan dari mekanisme ini adalah untuk menjamin bahwa transaksi-transaksi yang konkuren tidak saling mengganggu operasinya masing-masing.

    Recovery
    Recovery berarti pemulihan kembali basis data pada keadaan terakhir yang diyakini benar setelah terjadi kesalahan (failure).


    Sistem basis data terdistribusi pada dasaranya merupakan salah satu pengembangan dari sebuah sistem basis data. Sistem basis data yang sudah diimplementasikan di dalam suatu perusahaan ataupun organisasi, kemudian dikembangkan menjadi bentuk distribusi data, sehingga sisitem basis data tersebut bisa didistribusikan ke berbagai lokasi.


    KEUNTUNGAN DATA BASE TERDISTRIBUSI

    1. Pengawasan distribusi dan pengambilan data
    2. Reliability dan availability
    3.Kecepatan pemrosesan query
    4. Otonomi lokal
    5. Efisiensi dan fleksibel

    KERUGIAN DATABASE TERDISTRIBUSI

    1. Harga software mahal
    2. Kemungkinan kesalahan lebih besar
    3. Biaya pemrosesan tinggi

    Rancangan Distribusi Basis Data:

    1. Alokasi data
    2. Fragmentasi data
    3. Replikasi

    1. 

    Rabu, 29 Mei 2019

    TUGAS 2: PENGANTAR ANIMASI DAN DESAIN GRAFIS

    RINGKASAN DESKRIPSI TUGAS PENGANTAR ANIMASI DAN DESAIN GRAFIS
    Peng. Animasi & Desain Grafis


    Menurut penulis animasi adalah sebuah gambar berkarakter yang dibuat secara manual atau digital, dalam 2 dimensi atau 3 dimensi. Animasi adalah gambar bergerak berbentuk dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi. Gambar atau objek yang dimaksud dalam definisi berupa gambar manusia, hewan maupun tulisan.
    Prinsip-prinsip animasi ada 12 :
    Prinsip-prinsip Animasi dibagi dalam beberapa bagian:
    1. Squash and stretch
    2. Anticipation
    3. Staging
    4. Straight Ahead Action and Pose to Pose
    5. Follow Thourgh and Overlapping Action
    6. Slow In and Slow Out
    7. Arcs
    8. Secondary Action
    9. Timing
    10. Exaggeration
    11. Solid Drawing
    12. Appeal

    Fungsi dari prinsip animasi adalah agar setiap animasi yang dibuat terlihat menarik,dramatik,dan dengan menggunakan gerakan yang alami. Pada tugas ini penulis memakai short animasi berjudul "Watermelon A Cautionary Tale" by Kefei Li & Connie Qin He yang dimana terdapat prinsip animasi Squash and stretch pada durasi ke 00.02.07 dimana pada film tersebut menunjukan peran seorang anak laki-laki melakukan pergerakan yang cepat
    Squash and stretch adalah upaya penambahan efek lentur (plastis) pada objek atau figur sehingga -seolah-olah ‘memuai’ atau ‘menyusut’ sehingga memberikan efek gerak yang lebih hidup. Penerapan squash and stretch pada figur atau benda hidup (misal: manusia, binatang, creatures) akan memberikan ‘enhancement’ sekaligus efek dinamis terhadap gerakan/ action tertentu, sementara pada benda mati (misal: gelas, meja, botol) penerapan squash and stretch akan membuat mereka (benda-benda mati tersebut) tampak atau berlaku seperti benda hidup.



    Contoh pada benda mati: Ketika sebuah bola dilemparkan. Pada saat bola menyentuh tanah maka dibuat seolah-olah bola yang semula bentuknya bulat sempurna menjadi sedikit lonjong horizontal, meskipun nyatanya keadaan bola tidak selalu demikian.Hal ini memberikan efek pergerakan yang lebih dinamis dan ‘hidup’.

    Contoh pada benda hidup: Sinergi bisep dan trisep pada manusia. Pada saat lengan ditarik (seperti gerakan mengangkat barbel) maka akan terjadi kontraksi pada otot bisep sehingga nampak ‘memuai’, hal inilah yang disebut squash pada animasi. Sedangkan stretch nampak ketika dilakukan gerakan sebaliknya (seperti gerakan menurunkan lengan), bisep akan nampak ‘menyusut’.

    Referensi
    https://keepvid.pro/download?video=https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DlTxn2BuqyzU
    https://id.wikipedia.org/wiki/Animasi
    http://muhammadazril022.blogspot.com/2017/10/apa-itu-squash-and-stretch.html





    Nama : Ade Hilda Sawitri

    NPM : 10116096

    Kelas : 3KA07




    SISTEM INFORMASI

    2018/2019


    Jumat, 23 November 2018

    SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT GAGAL GINJAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE BAYES


    Judul jurnal : SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT GAGAL
    GINJAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE BAYES
    Penulis jurnal : Sri Rahayu (0911441)

           Latar Belakang

     Penyakit gagal ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga pada akhirnya tidak mampu lagi bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, dalam menjaga keseimbangan cairan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine, saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialami mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia
      
     Tujuan penulis membuat Jurnal
    untuk membuat aplikasi sistem pakar yang berguna sebagai alat bantu untuk mendapatkan informasi dan dugaan awal dalam mendiagnosa penyakit gagal ginjal. Hasil dalam penelitian ini adalah sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit gagal ginjal dengan menggunakan metode bayes dapat menyelesaikan masalah diagnosis penyakit gagal ginjal, karena dapat memberikan hasil diagnosis dengan nilai probabilitas kemunculan setiap jenis penyakit.

      Metode yang digunakan

    Metode Bayes
     Metode Bayes merupakan metode yang baik didalam mesin pembelajaran berdasarkan data training, dengan menggunakan probabilitas bersyarat sebagai dasarnya. Metode Bayes juga merupakan suatu metode untuk menghasilkan estimasi parameter dengan menggabungkan informasi dari sampel dan informasi lain yang telah tersedia sebelumnya. Keunggulan utama dalam penggunaan Metode Bayes adalah penyederhanaan dari cara klasik yang penuh dengan integral untuk memperoleh model marginal (Arhami, 2005: 142).

     Pembahasan singkat

    Kecerdasan Buatan
    Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) adalah suatu bidang ilmu komputer yang mendayagunakan komputer sehingga dapat berprilaku cerdas (T.Sutojo, Vincent Suhartono 2011: 1). Kecerdasan buatan meyelesaikan permasalahan dengan mendayagunakan komputer untuk memecahkan masalah yang kompleks dengan cara mengikuti proses penalaran manusia. Kecerdasan buatan memiliki tujuan untuk menciptakan komputer yang lebih cerdas, mengerti tentang kecerdasan, dan membuat mesin yang lebih berguna

    Sistem Pakar
    Menurut Arhami (2005: 3) Salah satu teknik kecerdasan buatan yang menirukan proses penalaran manusia adalah Sistem Pakar. Secara umum, Sistem Pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli Sistem Pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja para ahli.

    Penyakit Gagal Ginjal
    Penyakit gagal ginjal disebabkan oleh fungsi organ ginjal yang mengalami penurunan, sehingga tidak dapat menyaring pembuangan elektrolit tubuh. Selain itu, organ ini juga tidak dapat menjaga keseimbangan antara cairan dan zat kimia tubuh, seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.

    Gagal Ginjal

    Ginjal (renal) adalah organ tubuh yang memiliki fungsi utama untuk menyaring dan membuang zat-zat sisa metabolisme tubuh dari darah dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit (misalnya kalsium, natrium, dan kalium) dalam darah. Ginjal juga memproduksi bentuk aktif dari vitamin D yang mengatur penyerapan kalsium dan fosfor dari makanan sehingga membuat tulang menjadi kuat. Selain itu ginjal memproduksi hormon eritropoietin yang merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah, serta renin yang berfungsi mengatur volume darah dan tekanan darah.

    Penyebab Penyakit Gagal Ginjal
     Selain hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya, masih ada banyak faktor penyebab penyakit gagal ginjal. Berikut beberapa penyebab penyakit gagal ginjal secara umum, antara lain :
     1. Infeksi saluran kemih (pielonefritis kronis)
     2. Penyakit peradangan (glomerulonefritis)
     3. Penyakit vaskuler hipertensif (nefrosklerosis, stenosis arteri renalis)
     4. Gangguan jaringan penyambung (SLE, poliarteritis nodusa, sklerosis sitemik)
     5. Penyakit kongenital dan herediter (penyakit ginjal polikistik, asidosis tubulus ginjal)
     6. Penyakit metabolik (DM, gout, hiperparatiroidisme)
     7. Nefropati toksik 8. Nefropati obstruktif (batu saluran kemih). (As’adi Muhammad, 2012: 18)



    Probabilitas dan Metode Bayes
     Probabilitas Bayes merupakan salah satu cara yang baik untuk mengatasi ketidakpastian data dengan menggunakan formula bayes yang dinyatakan dengan rumus :      

    Keterangan :
    P(H | E) : probabilitas hipotesis H jika diberikan evidence E
    P(E | H) : probabilitas munculnya evidence apapun
    P(E) : probabilitas evidence E


    Kelebihan

    Teorema ini lebih banyak diterapkan pada halhal yang berkenaan dengan probabilitas serta kemungkinan dari penyakit dan gejala-gejala yang berkaitan.

     Saran pengembangan

    Dikarenakan ilmu pengetahuan terus berkembang dan ditemukannya hal-hal baru maka basis pengetahuan dan basis aturan sistem pakar ini perlu di-update
     Kesimpulan

    Berdasarkan pengembangan yang telah dilakukan selama proses perancangan hingga implementasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit gagal ginjal dengan menggunakan Metode Bayes, Aplikasi sistem pakar ini memudahkan user dalam proses melakukan konsultasi, karena dalam rekam medis rumah sakit cocok dengan perhitungan sistem

    Daftar pustaka

    [1]. Rosa A.S-M.Salahuddin, Modul Pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak (Terstruktur dan Berorientasi Objek), Penerbit Modula, Bandung, 2011
    [2]. Muhammad Arhami, Konsep Dasar Sistem Pakar, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2005
    [3]. Kusrini, Aplikasi Sistem Pakar, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2008
    [4]. T.Sutojo, Vincent Suhartono, Kecerdasan Buatan, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2011
    [8]. Hendrayudi, Dasar-Dasar Pemrograman Microsoft Visual Basic 2008, Penerbit PT. Sarana Tutorial Nurani Sejahtera, 2011
     [9]. As’adi Muhammad, Serba-Serbi Gagal Ginjal, Penerbit Diva Press


    nama : Ade Hilda.S
    kelas : 3KA07
    npm : 10116096


    Kamis, 01 November 2018

    SISTEM PAKAR





    TUGAS SOFTSKILL PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM CERDAS

    ADE HILDA.S
    3KA07
    SISTEM INFORMASI
    UNIVERSITAS GUNADARMA

    Jumat, 12 Oktober 2018